Selasa, Oktober 20, 2020
Beranda Bali Buleleng Aipda Andi Personil Kosong Satu Awali Solo Karir Lewat Album Celoteh

Aipda Andi Personil Kosong Satu Awali Solo Karir Lewat Album Celoteh

BULELENG, balipuspanews.com – Produktivitas para musisi tak bisa terhenti ditengah pandemi Covid-19, meski saat ini tidak ada pergelaran musik ataupun festival untuk mencegah terjadinya penyebaran virus, para musisi tak mau berhenti berkarya membuat sebuah lagu.

Salah satunya dilakukan oleh Komang Andi Wirawan. Musisi yang kerap disapa Andik ini ialah seorang anggota kepolisian yang bertugas di Polsek Kota Singaraja. Selain menjadi anggota Polri, dirinya juga dikenal sebagai vokalis band bernama Kosong Satu.

Dibalik rutinitasnya sebagai abdi negara sekaligus seorang musisi, kini dirinya tengah sibuk untuk menggarap projek album solonya yang bertajuk “Celoteh” yang siap menghibur para penggemarnya. Album solo perdana miliknya dirinya ciptakan setelah sekian cukup lama Ia berkecimpung di belantika musik Bali. Dalam album tersebut ada 10 lagu yang tidak lain ditulisnya sendiri. Sementara untuk proses penggarapan beberapa lagu, dibantu juga banyak musisi lokal Buleleng hingga rekannya di Band Kosong Satu.

“Seperti namanya celoteh, album ini adalah curahan hati saya secara jujur, bercerita tentang apa saja yang terlihat,” jelasnya saat ditemui beberapa hari yang lalu.

Baginya album solonya ini tidak lain sebagai proses pendewasaanya dalam bermusik. sehingga dirinya pun menuangkan idealisme musiknya dalam album solo yang dibuatnya. Bahkan termasuk soal genre musik yang dibawakan, berbeda jauh dengan genre musik dalam band kosong satu. Selain itu dari keseluruhan musik diaransemen dengan aliran pop balada yang didominasi oleh alunan gitar akustik.

Tak hanya itu, untuk lirik lagunya sedikit tidaknya karena dirinya yang juga sebagai Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Oi Bali ini masih berkiblat pada sosok idolanya yakni Iwan Fals, alhasil lagu yang ditulis sebagian besar bertemakan tentang kritik dan pesan sosial, akan tetapi tidak lupa, dirinya juga menulis sebuah lagu bertemakan cinta tentang kesetiaan.

“Ini idealisme musik saya, sebagai seorang penulis lagu bisa peka terhadap lingkungan, kritis dan jujur dalam menuangkan karya,”sebutnya.

Musisi kelahiran 10 Mei 1980 ini juga bercerita tentang keseluruhan lagu dalam album tercipta ditengah terjadinya pandemi COVID 19, yang menurutnya, tidak ada alasan membenarkan seorang musisi tidak berkarya hanya karena situasi pandemi. Justru situasi yang terjadi akibat mewabahnya COVID 19 bisa membuay para musisi bisa memunculkan banyak ide untuk menulis lagu.

“Seniman berkarya mewujudkan karya, dinikmati, disenangi atau tidak intinya tetap berkarya. Jangan sampai ada job baru menulis, tidak ada alasan pandemi tidak berkarya berarti tidaklah seniman. Seharusnya pandemi ini makin produktif untuk berkarya, sisi positif pandemi, banyak ide yang muncul, tentang politik sosial, asmara dan sebagainya,”serunya.

Polisi yang saat ini berpangkat Aipda tersebut menjelaskan salah satu single yang teah dirilis berjudul Astungkara yang dimana lagu tersebut berisikan sebuah pesan untuk semua orang agar selalu bersyukur, dan juga menjaga kedamaian. Single ini digarap setelah melihat perkembangan situasi terkini yang mana masyarakat Bali semakin meninggalkan tradisi, seni dan budaya, ditambah dengan kurangnya rasa kebersamaan.

“Pesannya tentang bersyukur ingat bersaudara, jaga kedamaian, santi selamanya semuanya,”singkatnya.

Tidak hanya single Astungkara, beberapa lagu juga disebutkan akan menghiasi album celoteh diantaraya berjudul Sugihan 1109. Andi Wirawan menulis lirik lagu itu saat rainan sugihan, kemudian melakukan proses rekaman saat soma pemacekan agung, dan proses mixing selesai di hari raya Kuningan. Lagu itu bertema tentang rwa bineda.

Berikutnya ada lagi lagu berjudul Alaki Rabi, sebuah lagu tentang kesetiaan pasangan suami istri, serta sebuah lagu berbahasa Indonesia berjudul celoteh pagi, tentang bersyukur menghadapi hidup. Rencananya, Album Solo tersebut akan di launching di akhir tahun 2020 mendatang.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka

- Advertisement -

Kakek Gantung Diri di Gubuk Ditemukan Oleh Cucunya

ABIANSEMAL, balipuspanews.com -Seorang cucu, Putu Darmiati, 23, tidak menyangka menemukan kakeknya, Ketut Sumerta, 65, tewas gantung diri di gubuk sawah di Pondok Subak Munduk...

Kasus Dugaan Pemerkosaan Pelajar, Diduga Terjadi di Lima Tempat Berbeda Oleh 10 Pelaku

BULELENG, balipuspanews.com - Penyelidikan terhadap kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur terus berlanjut. Kasus yang korbannya dibawah umur ini dari hasil penyelidikan sementara...
Member of