Jumat, Juni 14, 2024
BerandaDenpasarAir Masih Kotor, Jokowi Kritik Air Tukad Badung

Air Masih Kotor, Jokowi Kritik Air Tukad Badung

DENPASAR, balipuspanews.com-Wali Kota Denpasar, ida Baus Rai Dharma Wijaya Mantra menyampaikan betapa kekaguman Presiden asal Solok itu soal penataan taman Tukad Badung walau dikritik Jokowi soal kurang jernihnya air.

Solusi menata keindahan Sungai diterapkan oleh Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, agar masyarakat tidak lagi membuang sampah di sungai.

Hal itu disampaikan Rai Mantra saat bincang santai ditepi belataran Tukad Badung Kumbasari bersama Presiden Joko Widodo, Sabtu (18/5).

Rai Mantra menyampaikan betapa kekaguman Presiden asal Solo itu soal penataan taman Tukad Badung walau dikritik Jokowi soal kurang jernihnya air.

Sembari duduk di salah satu sudut taman Kumbasari, Jokowi juga nampak serius sambil tersenyum mendengarkan keterangan Rai Mantra.

Ditanya terkait soal obrolan itu, Rai Mantra mengaku menyampaikan terkait penjernihan air sungai Badung dan pembangunan Sungai Embung di Sanur Denpasar Selatan.

“Beliau sangat mengapresiasi dan mendukung sekali (penataan Tukad Badung,-red) dan kami ada beberapa hal yang perlu dibantu terutama penjernihan daripada air Tukad (sungai) Badung. Kedua masalah embung di Sanur. Banjir di Sanur lantaran areal perumahan penduduk memang kondisinya lebih rendah daripada jalan,” kata Rai Mantra.

BACA :  Mahendra Jaya Paparkan Pola Pemprov Tangani Kemiskinan di Bali

Rai Mantra menyampaikan soal kondisi salah satu di daerah Sanur yang tergenang air di kala hujan karena kontur geografisnya memang lebih rendah.

Rai Mantra menyebut Jokowi siap memberikan bantuan penataan sungai Embung. “Kami perlukan penampungan Embung dan beliau siap untuk membantu,” jelasnya.

Dia berharap Tukad Badung bisa jadi inspirasi bagi daerah lain dalam hal penataan kawasan sungai. Pada intinya berawal dari studi banding mencari jalan keluar bagaimana mengurangi orang membuang sampah di sungai yang mengakibatkan laut dan sungai terpolusi.

“Bentuk fisik seperti ini kita jadikan pendidikan fisik jangka panjang karena kalau kita lihat sekarang orang tidak membuang sampah lagi di Sungai Badung. Kita juga melihat sendiri mereka melakukan rekreasi dan hal-hal lain di tempat ini,” tandasnya. (jr/bpn/tim)

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular