22/09/2020, 1:02 AM
Beranda Bali Denpasar Akademisi Sebut Pasca Corona Akan Terjadi Perubahan Pola Pikir Dalam Konteks Manajerial

Akademisi Sebut Pasca Corona Akan Terjadi Perubahan Pola Pikir Dalam Konteks Manajerial

DENPASAR, balipuspanews.com – Ada yang menarik diungkapkan akademisi Universitas Mahasaraswati Denpasar Dr. I Gusti Agung Eka Teja Kusuma, SE, MM. Menurutnya, pasca corona, akan terjadi perubahan Mind Set. Setiap orang akan dipaksa berubah dalam konteks managerial.

Hal itu tidak lepas dari kebiasaan yang terbangun selama pandemik Covid -19. Misalnya, kebiasaan bekerja dari rumah.

Disamping itu, setiap orang akan menjadi pemimpin, yaitu memimpin dirinya sendiri karena kecendrungan orang akan kerja jarak jauh.

Nah, bagi yang belum terbiasa dengan hal ini, diperlukan kreatifitas dan inovasi, dan mirisnya bagi yang tidak mampu berpikir kreatif pasti akan terpental.

Teja Kusuma yang sekaligus sebagai Kaprodi Magister Manajemen Universitas Maha Saraswati (Unmas) ini mengatakan, saat ini pimpinan hanya menetapkan standar kualitas yang harus diwujudkan, dan kapan tugas harus selesai.

Tidak ada campur tangan cara mengerjakan. Oleh sebab itu bawahan harus mampu memimpin dan memanage dirinya sendiri. Ia harus kreatif untuk mewujudkan sendiri.

Orang bisa menyelesaikan pekerjaan kantor dari mana saja, yang penting ada jaringan signyal. Mereka tidak perlu ke kantor jika tidak penting. Selain itu, kemungkinan besar tanah-tanah di Desa menjadi pilihan karena orang ingin bekerja dengan lingkungan yang asri.

Di lain sisi, sektor layanan pada sektor tertentu juga akan berubah. Format budaya dan konten tinggi berubah menjadi konten rendah. Orang cenderung tidak minta dilayani langsung.

Sehingga beberapa kantor layanan jasa tertentu mulai ditutup diganti dengan layanan digital, melihat kecepatan menjadi ciri dan kebutuhan masyarakat.

“Kantor tidak lagi perlu gedung-gedung besar. Karena karyawannya cenderung tidak kerja di kantor. Mereka meeting melalui aplikasi online. Tidak perlu ruang rapat. Karyawan bisa meeting dan bekerja sambil menikmati Travelling dengan keluarganya,” jelasnya.

Sementara untuk akses pendidikan akan lebih merata. Tidak hanya yang hidup dan tinggal di Kota saja akan menikmati sekolah dan perkembangan dunia pendidikan yang update.

Dunia perkuliahan juga dapat dilakukan tanpa kendala jarak. Yang menentukan hanya tersedianya jaringan internet. Dampak lain juga akan berimbas pada dampak dari kemacetan di kota yang belakangan ini sering terjadi mulai berkurang.

“Masih banyak lagi perubahan jika vaksin anti virus tidak ditemukan,” ungkapnya.

Pihaknya juga berpandangan, selanjutnya akan ada perubahan Work from Home (WFH) menjadi Work From Anywhere (WFA). Orang bekerja dari manapun sambil melakukan aktivitas lain seperti : Travelling, adat, sosial, bahkan bisnis sampingan bisa dilakukan dan menjadi kebiasaan yang baru bagi masyarakat.

PENULIS : Nengah Budiarta

EDITOR : Oka Suryawan

- Advertisement -

Sepintas Seperti WNA Mayat Tanpa Identitas, Gegerkan Warga Desa Penuktukan

BULELENG, balipuspanews.com - Penemuan sosok mayat laki-laki tanpa identitas ditemukan di Pantai Palisan, Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula sekitar pukul 06.00 Wita oleh seorang warga...

Turis Wanita Asal Ukraina Dijambret di Jalan Raya Semer, Pelaku Masih Dikejar Polisi

KUTA UTARA, balipuspanews.com - Usai galungan, jambret kembali beraksi. Kali ini menimpa seorang turis wanita asal Ukraina, berinisial DB. Korban terjatuh dan luka-luka setelah...
Member of
Dewan Pers

Download Balipuspanews
Google Play