Sabtu, Mei 18, 2024
BerandaBulelengAkar Pohon Kelapa Disulap Jadi Patung Bernilai Jutaan

Akar Pohon Kelapa Disulap Jadi Patung Bernilai Jutaan

BULELENG, balipuspanews.com– Berbicara pohon kelapa tentu hampir semua bagian bisa dimanfaatkan atau diolah hingga memiliki nilai ekonomi. Tanpa terkecuali akar serta batang paling bawah yang biasanya di buang atau tidak digunakan. Namun siapa sangka ditangan seorang pelaku pariwisata yang memiliki hobi seni akar dan batang tadinya tidak bisa digunakan kini disulap menjadi sebuah patung berkarakter wajah menyerupai manusia dengan nilai jual per patung mencapai jutaan.

Pagi itu laki-laki yang akrab disapa Jero Made Sukadana nampak sedang fokus mengerjakan sebuah pesanan patung dari akar pohon kelapa dengan karakter wajah manusia yang sedang tersenyum.

Dengan tangan kanan memegang palu terbuat dari kayu dan tangan kiri memegang pahat Ia begitu teliti membuat pahatan demi pahatan agar sketsa patung bisa dikerjakan secara detail dan hasilnya maksimal.

Pria yang saat ini bekerja sebagai supir freelance di pariwisata serta pernah bergelut dibidang seni ukir selama 11 tahun di Ubud, Gianyar ini lalu menjelaskan untuk membuat sebuah patung yang memiliki karakter bagus tentu harus dibarengi dengan bahan yang memiliki kualitas yang terbaik dan tingkat kerumitan di struktur akar serta batang pohon kelapa.

BACA :  Dua Bulan Berlalu, Pelaku Pembuang Bayi di Waringin Belum Terungkap

Misalnya jika menemukan bahan akar pohon kelapa serta batang yang tidak beraturan darisana akan menciptakan karya yang sempurna dengan hasil yang memuaskan.

“Semakin buruk bentuk pohon kelapa maka daya seni akan semakin bagus pula dan disana letak kepuasan saya membuat patung ini,” tutur dia sambil menggarap patung.

Lanjut pria yang merupakan warga asli Banjar Dinas Belimbing, Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng ini bercerita dalam membuat sebuah patung berkarakter wajah manusia biasanya membutuhkan waktu sekitar 5 sampai 8 hari maksimal hingga proses finishing.

Dimana proses tersebut juga ditentukan dari tingkat kesulitan dan karakter yang diminta pelanggan. Dalam pembuatan patung akar pohon kelapa berkarakter wajah manusia ini biasanya ada dua macam yakni pertama ada jenis patung dengan kepala dan badan lurus harganya berkisar Rp 2 juta per patung, kedua ada jenis patung dengan kepala berisi komplit berisi tangan dan kaki harganya berkisar Rp 2,5 juta.

“Kalau permintaan biasanya lebih ramai yang jenis pertama tadi, nah untuk jenis kedua mungkin karena modelnya baru jadi peminat masih sedikit,” sebutnya.

Ia pun menceritakan awal mula menekuni membuat patung dengan karakter wajah menyerupai manusia ini dimulai pada tahun 2001 saat dirinya terpaksa harus pulang serta menetap di kampung halaman. Kala itu pria yang sekarang sudah menginjak usia 49 tahun ini sempat bingung bagaimana agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya setelah selesai merantau.

BACA :  Ny. Ida Mahendra Jaya Hadiri HUT ke-44 Dekranas di Solo

Akhirnya muncul ide untuk membuat patung akan tetapi dirinya masih kebingungan untuk mencari modal. Sebab zaman itu, jika ingin kembali membuat patung tentu harus ke Ubud ditambah jika ada orderan banyak tidak akan bisa memenuhi. Namun dirinya tidak putus asa dan terus memutar otak supaya bisa memanfaatkan keahliannya dengan berusaha mencari bahan agar tidak keluar biaya dan tetap bisa bertahan hidup.

“Akhirnya saya pergi ke pantai dan melihat disekitar saya menemukan pohon kelapa yang sudah hanyut sekian bulan dan akarnya sudah dibersihkan air laut. Melihat itu bagus akhirnya coba buat patung motif figur kepala manusia,”

“Saat itu saya berinisiatif untuk mengangkat dan membawa pulang pohon kelapa tersebut tapi saya tidak punya tenaga (karyawan) jadi saya putuskan membawa pohon kelapa itu dengan berenang sampai mendekati rumah yang kebetulan berjarak 250 meter dari pantai,” tuturnya sambil sejenak mengingat masa-masa mengawali pekerjaannya.

Namun siapa sangka dari hasil kerja kerasnya itu, kini hasil karyanya banyak diminati wisatawan asal Italia, Francis, Austria, dan Jerman. Bahkan dari kunjungan wisatawan ke tempat miliknya, Ia pun bisa menjual rata-rata sebulan 3 buah patung serta bisa menambah penghasilan untuk kebutuhan hidup sehari. Hingga bisa memberdayakan beberapa orang untuk berlatih membuat patung akar pohon kelapa berkarakter wajah manusia disekitar rumahnya.

BACA :  Wawali Arya Wibawa Buka BRI REI Expo Bali

Meskipun begitu, Jero Sukadana juga mengakui dalam menjalankan usaha tersebut masih terdapat sejumlah kendala seperti sulitnya mencari bahan baku yang sekarang harganya per batang sekitar Rp 450 ribuan. Kemudian kendala itu membuat dirinya terkadang harus membatalkan sejumlah pesanan yang didapat saat wisatawan yang berkunjung ke rumahnya untuk melihat-lihat hasil karyanya.

  1. “Untuk promosi sebenarnya mengandalkan pekerjaan sampingan jadi sopir freelance wisatawan. Kita mengajak mereka mampir ke rumah jadi disana saya lakukan promosi ya dominan dari sana mereka tertarik membeli produk untuk dibawa ke negara asalnya. Harapan ke pemerintah bisa dibukakan pasar untuk produk saya dan generasi yang saya latih untuk membuat patung ini,” pungkasnya.

Penulis: Nyoman Darma
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular