Hizbullah Pimpinan OJK Bali dan Nusa Tenggara
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com – Mengakhiri polemik Direktur BPD Bali, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera menetapkan tiga calon Direktur Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali, sedangkan dua lagi dipersilahkan pemegang saham yang melakukan perekrutan.

“OJK Pusat akan segera menetapkan tiga calon Direktur yang sudah disetorkan namanya oleh Pemegang Saham BPD Bali, semester ini sudah harus ditetapkan’ kata Hizbullah Pimpin OJK Bali dan Nusa Tenggara usai acara buka puasa bersama Senin (21/5).

Ia mengatakan 3 nama yang telah dikirim BPD Bali, diantaranya I Nyoman Sudarma dengan jabatan dituju Direktur Kredit. Ida Bagus Gede Setia Yasa dengan jabatan dituju Direktur Operasional, dan I Wayan Sutela Negara dengan jabatan dituju Direktur Bisnis Non Kredit (BNK).

“Sedangkan dua Dirut yakni Direktur Utama dan Direktur Kredit masih proses penjajagan ke Bank lain oleh pemegang saham,” katanya.

Namun yang pasti, kata Hizbullah pada semester ini ke lima Direktur BPD Bali telah rampung ditetapkan.
“Kalau tiga sudah ditetapkan operasional sudah bisa jalan, “ujarnya.

Terus apa yang menjadi kendala berlarut-larutnya masalah perekrutan calon Direktur? Hizbulah menyebutkan faktor umur yang menjadi penyebab.

“Mencari Direktur putra bali yang memeliki umur di bawah 55 tahun sangat sulit, karena rata -rata mencari calon yang merupakan nakoda Bank mesti pintar dan berpengalaman, nah biasanya figur ini ada di level 55 keatas,” ujarnya.

Sebelumnya syarat dalam AD/ART sempat dirubah dari pemegang saham, sehingga perekrutan berjalan alot.

Khusus lagi dua direktur yang lagi lowong sudah dilakukan penjajagan di Bank BUMN yang tergolong besar.

“Sekarang masih nyari nego enggak mungkin nyari dari luar, BUMN saya enggak tahu lagi nego jelas dari bank besar dan itu putra daerah,” ujarnya.

Yang jelas, kata Hizbullah calon mesti memiliki integritas yang paling utama tidak tercela, kalau ada catata integritas pasti enggak lolos

“Pokoknya kita
tak mencampuri, silahkan pemegang saham yang melakukan perekrutan, pada intinya kita memberikan rambu rambu calon yang mesti ditetapkan,” jelasnya. (art/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...