KARANGASEM, balipuspanews.com – Akses masyarakat di Desa Manggis, Kecamatan Manggis, kini semakin lancar setelah Jembatan Merah Putih TNI AD resmi dioperasikan.
Jembatan yang dibangun melalui program TNI Angkatan Darat itu diresmikan oleh Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto, Rabu (29/7/2026).
Peresmian juga dihadiri Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, Asisten II Setda Karangasem, Made Agus Budiyasa, Kapolres Karangasem, AKBP. I Made Santika, Dandim 1623/Karangasem Letkol Inf I Putu Gede Widiarta, serta masyarakat Desa Manggis.
Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto mengatakan, pembangunan Jembatan Merah Putih merupakan bagian dari program Presiden yang pelaksanaannya melalui TNI AD. Pengerjaan jembatan dilakukan bersama Kodim 1623/Karangasem dengan melibatkan partisipasi masyarakat.
Jembatan beserta rabat beton tersebut memiliki panjang sekitar 25 meter dengan lebar 4,5 meter. Sebelum jembatan dibangun, warga harus menyeberangi sungai untuk mencapai dusun di seberang. Kondisi itu kerap menghambat aktivitas, terutama saat musim hujan ketika debit air meningkat.
“Keberadaan jembatan ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat. Anak-anak bisa berangkat ke sekolah dengan aman, sementara aktivitas ekonomi masyarakat juga semakin meningkat karena akses sudah lebih mudah,” ujar Piek.
Ia menambahkan, hingga kini TNI AD telah membangun 29 Jembatan Merah Putih di Bali. Program tersebut akan terus dilanjutkan dengan berkoordinasi bersama pemerintah daerah untuk menjangkau wilayah-wilayah yang masih membutuhkan akses penghubung.
Salah seorang warga Desa Manggis, Wayan Sujana, mengaku jembatan tersebut telah lama dinantikan masyarakat. Selama ini warga harus menyeberangi sungai untuk menuju sekolah, lahan pertanian, maupun menghadiri kegiatan adat.
Menurutnya, saat sungai meluap, akses menuju SD Negeri 3 Manggis nyaris terputus. Bahkan, orang tua terpaksa menggendong anak-anak agar tetap bisa bersekolah atau memilih memutar melalui jalur yang lebih jauh.
Kini, Jembatan Merah Putih tidak hanya mempermudah mobilitas pelajar, tetapi juga memperlancar pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan serta menghubungkan akses antara Dusun Belong dengan Yeh Poh.
Penulis: Gede Suartawan
Editor: Oka Suryawan



