Aksi Balap Liar Terjadi di Temukus, Polisi Amankan Empat Pelajar dan Empat Unit Sepeda Motor

Para pelaku trek-trekan yang berhasil diamankan oleh aparat kepolisian Polsek Banjar
Para pelaku trek-trekan yang berhasil diamankan oleh aparat kepolisian Polsek Banjar

BULELENG, balipuspanews.com – Aksi balap liar atau trek-trekan kembali diamankan pihak kepolisian. Kali ini para pelaku yang diduga masih berstatus pelajar ini melakukan aksinya di Jalan Seririt-Singaraja tepatnya di Dusun Labuhan Aji, Desa Temukus, Kecamatan Banjar di bubarkan polisi.

Aparat kepolisian Polsek Banjar langsung bertindak dengan mengamankan para pelaku serta sepeda motor yang digunakan untuk trek-trekan, Jumat (9/10/2020) dini hari.

Aksi trek-trekan ini dilakukan oleh remaja berinisial GMOS (20), WLA (17), GFAS (19), dan KAl (18).

Keempatnya masih berstatus pelajar dan tinggal di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

Sementara sepeda motor yang diamankan ke Mapolsek Banjar diantaranya 3 unit Honda Scoopy dan 1 unit Kawasaki KLX.

Kapolsek Banjar AKP Made Agus Dwi Wirawan mengatakan bahwa dari hasil pemeriksaan ternyata keempat pelajar tersebut tidak membawa dokumen kendaraan berupa STNK dan ada yang tidak memiliki SIM. Setelah melakukan pemeriksaan pihaknya mengundang orang tua para pelaku dan memberikan surat pernyataan tegas agar para pelaku jera serta tidak melakukan hal yang membahayakan nyawa mereka.

“Keempat remaja yang masih pelajar ini langsung kami bina. Kami panggil juga orangtua masing-masing serta menunjukkan kelengkapan surat-surat kendaraan. Dan juga, kami berikan surat pernyataan tegas terhadap para pelajar itu agar ada efek jera,” jelasnya.

Tertangkapnya para pelaku berkat adanya keluhan dari masyarakat terkait suara bising yang ditimbulkan dari sepeda motor yang telah dimodifikasi, kemudian dikeluhkan oleh warga sekitar yang sedang beristirahat.

“Kami menerima keluhan dari masyarakat sekitar dari aksi trek-trekan yang menimbulkan kebisingan di jam istirahat,” terangnya.

Meski sudah diberikan surat peringatan dengan tegas tidak lupa juga pihak kepolisian meminta kepada orang tua agar memberikan perhatian dan pengawasan khusus kepada anak-anaknya yang saat ini berada dalam usia labil. Bahkan nantinya akan ada binaan agar tidak lagi melakukan aksi balap liar, sebab nantinya selain membahayakan nyawa orang lain, aksi ini juga bisa membahayakan nyawa sendiri.

“Kita bina agar tidak melakukan aksi trek-trekan itu lagi, karena sangat membahayakan nyawa diri sendiri maupun nyawa orang lain,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan