Waka Polresta Denpasar AKBP Benny Pramono.
Waka Polresta Denpasar AKBP Benny Pramono.
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com -Tersangka Rudianto penusuk istri sirinya, Halimah (27), di halaman Kampus Stispol, Pasar Kereneng Denpasar Timur, Selasa (15/10/2019) sekitar pukul 19.30 Wita memberikan pengakuan di hadapan media massa saat rilis di Mapolresta Denpasar, Jumat (18/10/2019).

Pemuda asal Sampang Madura Jawa Timur itu mengaku kecewa dan sakit hati mendengar korban selingkuh dengan pria lain bernama Sholehudin alias Wawan. “Dia (korban) bilang sendiri sudah menikah siri dengan Wawan,”ujar Rudianto yang saat itu kedua tangan dan kaki dirantai.

Mendengar omongan itu, tersangka yang menikahi korban tahun 2016 tapi dua bulan pisah ranjang berangkat dari Probolinggo, Jawa Timur mengendarai Suzuki Spin DK 5508 XM. Tak luput, ia membawa pisau yang seminggu sebelumnya dibeli di Pasar Kembang Surabaya seharga Rp 45 ribu.

Tiba Denpasar, tersangka yang bekerja sebagai buruh bangunan menghubungi korban dan janjian di Pasar Kereneng. Saat bertemu, keduanya cekcok mulut.

“Langkahi dulu mayatku sebelum bertemu Wawan. Kata-katanya itu membuat saya semakin sakit hati. Saya rencananya mau membunuh Wawan tapi Halimah datang sendirian,” ungkapnya.

Emosi memuncak, tersangka yang memiliki satu anak tiri menuju sepeda motor dan mengambil pisau stainless dengan panjang 30 cm. Melihat itu, korban asal Probolinggo beralamat di Jalan Kampus Unud, Gg Suwung, Badak nomor 19 X, Jimbaran, berusaha merebut pisau tapi gagal.

“Korban mundur tapi terjatuh dalam posisi telungkup di halaman Kampus STISPOL. Tersangka menusuknya berulang kali hingga akhirnya meninggal di rumah sakit,”ujar Waka Polresta Denpasar AKBP Benny Pramono.

Hasil autopsi, korban mengalami 14 luka tusuk yaitu tiga luka tusukan di punggung, satu luka tusuk di dada kanan, satu luka tusuk di dada kiri, enam tusuk di perut, dua luka tusuk di paha kiri depan dan satu luka tusuk di paha kiri belakang. Kemudian empat luka yang tembus di sebelah dada kiri, perut kiri hingga tembus ke hati penggantung usus

“Penyebab kematian adalah luka tusukan pada perut kiri yang mengenai hati dan menimbulkan pendarahan “bebernya. Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana 15 tahun penjara dan pasal 351 ayat (3) KUHP dengan pidana penjara paling lama 7 tahun. (pl/bpn/tim)