Gambar tidak terkait berita, hanya ilustrasi.
sewa motor matic murah dibali

GIANYAR, Balipuspanews.com – Aksi gebar geber suara sepeda motor kembali terjadi di Kabupaten Gianyar, setelah beberapa waktu lalu terjadi di kawasan GOR Kebo Iwa Gianyar namun kini kembali terjadi di Jalan Raya Sayan Ubud, Kamis (17/10/2019) sore. Bahkan hal ini sempat menyebabkan kecametan di ruas jalan raya ini.

Setelah ditelusuri, ternyata aksi gembar gember sepeda motor tersebut dilakukan oleh anak-anak usai menyaksikan pertandingan futsal antar banjar tingkat SD dan SMP di Lapangan Jaba Pura Masceti Desa Sayan Ubud dalam rangka pekan olahraga dan seni Desa (Pordes) Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar.

Pantauan media ini, tampak lalu-lintas di pertigaan jaba Pura Dalem Gede Sayan sangat padat. Pengendara pun kaget dengan kedatangan para pemain futsal yang telah selesai bertanding sambil membawa bendera ditambah geber-geber kendaraannya. Ulah anak-anak yang mengendarai sepeda motor gerombolan itu sotak menyita perhatian pengendara dan masyarakat setempat.

“Saya kira ada apa, eh ternyata anak – anak SD dan SMP yang konvoi habis bertanding futsal. Tujuannya mungkin bagus, tapi ini kurang pengawasan dari panitia atau orang tua, sehingga mereka leluasa mengendarai motor ke jalan raya. Udah macet malah kena macet lagi,” jelas salah satu pengendara yang enggan disebutkan namanya.

Dikonfirmasi Perbekal Desa Sayan Ubud I Made Andika, S.Kom mengatakan bahwa pihaknya sudah mengecek perihal tersebut dan memang benar telah terjadi aksi gembar gember dan konvoi sepeda motor usai menyaksikan pertandingan futsal, dikatakan oleh Perbekal akan berkoordinasi dengan panita serta kepala masing-masing banjar agar kejadian serupa tak terulang kembali.

“Tadi sudah saya konfirmasi ke panitia dan memang benar aksi gembar gember motor itu terjadi, nah saat ini kami sudah berkoordinasi dengan panita beserta masing masing perwakilan banjar agar hal serupa tidak terjadi kembali,” katanya.

I Made Andika menyebutkan bahwa bila sampai kejadian tersebut kembali terjadi maka pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak babinkantibmas atau kepolisian untuk menindak tegas.

“Memang menjadi persoalan kami, kalau lagi kambali terjadi maka kami akab berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” ujarnya.(catur/bpn/tim).