Sabtu, Mei 18, 2024
BerandaDenpasarAlami Sakit Parkison 15 Tahun, Bule Tewas Bunuh Diri di Kolam

Alami Sakit Parkison 15 Tahun, Bule Tewas Bunuh Diri di Kolam

DENPASAR, balipuspanews.com – Tidak kuat menahan sakit Parkinson yang sudah diderita belasan tahun, bule Kanada berinisial David L,58, mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri di kolam renang, pada Sabtu (24/9/2022). Yang menarik, dia membawa tas ransel berisi batu pipih agar dirinya tenggelam di kolam.

Penyakit parkinson yang diderita korban David sangat mengkhawatirkan. Penyakit Parkinson menyerang sistem saraf yang mengganggu kemampuan tubuh dalam mengontrol gerakan dan keseimbangan.

“Penderitanya mengalami tremor, kaku otot, hingga gangguan koordinasi,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi, pada Minggu (25/8/2022).

Diungkapkannya, kematian David awalnya diketahui oleh temannya Tasha AR,44. Saksi mengajak korban check in di Vila tersebut sejak 12 September 2022.

Disebutkan Iptu Sukadi, saat itu ada seorang sopir travel berinisial Komang Arief TS,27, yang datang ke Villa sekitar pukul 11.30 WITA. Tiba di depan kamar saksi sopir itu mengetuk pintu tapi tidak ada respon. Lantaran tidak digubris saksi berniat membersihkan kaca mobil.

Tak lama kemudian, saksi Arief kembali mengetuk pintu villa dan dibukakan oleh Tasha. Sopir bertanya soal kesiapan turis itu untuk melakukan tour dan dijawab siap. Hanya saja korban David tidak terlihat. Saksi juga sempat menanyakan keberadaan David tapi Tasha menjawab tidak melihat.

BACA :  Bali Siap Sukseskan WWF, Dihadiri 14 Ribu Peserta

Mereka pun kemudian melakukan pencarian dan betapa kagetnya menemukan korban tewas tenggelam di kolam renang sedalam 1,6 meter.

“Para saksi bergegas turun ke kolam untuk membantu,” ujarnya.

Pada saat ditemukan, posisi korban tengadah dan menggendong dua tas ransel warna hitam yang masing-masing berisi batu pipih untuk pijakan kaki. Korban lantas diangkat ke atas dan dibaringkan ke pinggir kolam.

“Terlihat dari batang hidungnya mengeluarkan darah,” ujarnya.

Peristiwa tewasnya David disampaikan ke pemilik villa dan diteruskan ke pihak berwajib. Tak berselang lama, petugas dari Polsek Kuta dan Tim Identifikasi Polresta Denpasar tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan Olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Tidak ditemukan luka-luka atau tanda kekerasan pada tubuh korban. Di dalam kamar korban, ditemukan dua lembar brosur terkait penyakit Parkinson,” tegasnya.

Diungkapkan Iptu Sukadi, dalam tasnya juga didapati beberapa obat yang dibawa oleh korban untuk penyakitnya. Selain itu, di kamar tidurnya ditemukan selembar surat yang ditulis tangan oleh David sebagai pesan terakhir. Sekaligus mengungkap alasannya mengakhiri hidup karena menderita penyakit tersebut.

BACA :  Viral di Medsos, Dua Pemotor Sekarat Usai Tabrakan Gegara Saling Mendahului

“Ada ditemukan surat yang di tulis korban,” bebernya.

Surat itu berbunyi “I Ian Levine’s last will and testiadmid, this is not a suicide, I choose my option of euthanasia (tindakan yang bertujuan menghilangkan penderitaan seseorang dengan mengakhiri hidupnya) because i have parkinson disease, burn my body, mail the ashes and my phone to my son Andreas L (Harapan terakhir dan pengakuanku Ian Levine, ini bukan bunuh diri, aku memilih opsi euthanasia karena aku mengidap Parkinson, bakar tubuhku, kirimkan abunya dan ponselku ke anak laki-lakiku Andreas L).

Mengenai penyakit ini, Tasha membenarkan, korban disebut mengidap Parkinson sejak 15 tahun lalu dan sekitar empat tahun lalu penyakit itu semakin parah.

“Sehingga korban mengkonsumsi obat yang dibawa dari Canada setiap hari dan setiap kambuh. Korban terakhir kali berkomunikasi dengan pacarnya via pesan di ponsel untuk meminta sopir menjemput pukul 11.30 WITA,” pungkas Iptu Sukadi sembari mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Konsulat Kanada.

Selanjutnya, jenazah David dievakuasi ke RSUP Prof Ngoerah menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar guna proses lebih lanjut.

BACA :  Persiapan Akhir KTT WWF, Menko Marves Luhut Buka Rakor Panitia Nasional di Nusa Dua

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular