sewa motor matic murah dibali

KARANGASEM, balipuspanews.com – Pertamina terus berupaya menerapkan pelayanan prima. Kali ini, perusahan BUMN itu akan memaksimal suplai avtur ke bendara internasional  Ngurah Rai Denpasar dan bandara internasional Zainudin Abdul Madjid Lombok NTB.

Optimasi dilakukan dengan mengalihkan pola suplai, yang sebelumnya melalui fasilitas Floating Storage & Offloading atau disingkat (FSO) di wilayah perairan Kalbut, Situbondo, menjadi supply point darat di Terminal BBM Manggis, Karangasem.

Hal ini ditandai dengan acara seremonial pendaratan FSO Avtur ke Terminal BBM Manggis, di Karangasem, Bali yang berlangsung Jumat (25/1/2018).

Acara dihadiri oleh Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur (LSCI) Pertamina, Gandhi Sriwidodo, Senior Vice President (SVP) Shipping Pertamina Erry. Widiastono, Direktur Utama Elnusa Petrofin Haris Syahrudin dan GM Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V Ibnu Chouldum.

Seperti diketahui, Bandara Ngurah Rai di Bali merupakan salah satu bandara terbesar dan tersibuk di Indonesia. Rata-  rata kebutuhan avtur perhari sebesar 2.500 kilo liter. Perubahan pola suplai avtur ini, diharapkan dapat lebih menjamin kemanan pasokan “security of supply” di Bandara Ngurah Rai dengan memperpendek Round Trip Days dari dari tiga setengah hari menjadi dua setengah hari.

Pertamina juga telah meningkatkan kapasitas penyimpanan avtur di Terminal BBM Manggis dari 20.000 kilo liter (KL) menjadi 30.000 KL, dan di pertengahan Februari 2019 akan ditingkatkan lagi menjadi 40.000 KL.

Selain menjaga stok  pasokan avtur, perubahan pola suplai ini juga memberikan dampak potensi efisiensi sekitar USD 7,3 juta, atau setara dengan Rp 106 miliar per tahun.

” Dalam pola efisiensi ini kita bisa mengurangi penggunaan satu kapal FSO tipe MR yang sandar di perairan Kalbut, Situbondo. Efisiensi juga diperoleh dari pengurangan penggunaan dua kapal small sebagai dampak pengurangan waktu tempuh ke Dermaga Benoa,” kata Direktur Logistik, Supply Chain, dan Infrastruktur (LSCI) Pertamina, Gandhi Sriwidodo.

Pola suplai avtur di Bandara Ngurah Rai sebelumnya menggunakan kapal bertipe Medium Range (MR) dari RU (Refinery Unit) IV Cilacap. Avtur selanjutnya diisikan ke FSO berupa kapal tipe MR yang diapungkan di perairan Kalbut, Situbondo. Kemudian secara reguler avtur dibawa menggunakan kapal tipe kecil sejumlah 3 kapal berukuran maksimal 8 ribu deadweight tonnage (DWT) ke pelabuhan Benoa untuk dibongkar dan dipompakan ke Depot Pengisian Pesawat Udara Ngurah Rai (DPPU)

Setelah dilakukan optimasi, suplai avtur dari RU IV Cilacap diangkut langsung ke Terminal BBM Manggis untuk disimpan dalam tangki darat, untuk kemudian dikirimkan ke Dermaga Benoa menggunakan kapal berukuran kecil.  Dari Benoa avtur dipompakan ke DPPU Ngurah Rai menggunakan pipa.

Sementara itu, beberapa upaya yang dilakukan untuk perubahan pola suplai ini antara lain dengan menyiapkan sarana jalur produk avtur disarana tambat kapal Terminal BBM Manggis. Upaya lainnya adalah meningkatkan flowrate discharge Avtur dari semula 180 KL perhari menjadi 400 KL perharinya, dengan sistem double manifold serta dengan pipanisasi berdiameter lebih besar dari Dermaga Benoa sampai DPPU Ngurah Rai, sepanjang 8 kilo meter, yang telah diselesaikan pada Juli 2018.

Pertamina sebagai salah satu BUMN terbesar, terus berkomitmen untuk melayani kebutuhan energi nasional, dengan tetap melakukan efisiensi di segala lini. Termasuk di Direktorat Logistik, Supply Chain dan Infrastruktur, efisiensi ini dimaksudkan untuk dapat menekan biaya distribusi produk, sehingga dapat lebih kompetitif dan mampu menjangkau seluruh pelosok negeri. Terdapat 3 Program Utama yang saat ini terus diupayakan, yaitu Pengurangan jumlah Floating Storage Perubahan Pola Suplai, dan Penurunan Waktu Pelabuhan Terintegrasi. ( igs)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here