Ary Anggara, Calon Pwrbekel Batuan termuda dalam Pilkel Serentak tahun 2020 di Kabupaten Gianyar.

GIANYAR, balipuspanews.com – Pemilihan Perbekel serentak di Gianyar  tinggal hitungan hari. Yang menarik, pemilihan Perbekel (Pilkel) tidak hanya diikuti oleh calon senior saja, namun saat ini generasi mudapun semangat ikut meramaikan perhelatan enam tahunan itu.

Salah satunya adalah Ary Anggara, 28, seorang pemuda lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) kelahiran 3 september 1991.

Pria asal Banjar Puaya, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati ini merupakan calon perbekel termuda diantara para calon perbekel yang mengikuti Pilkel serentak tahun 2020 di Kabupaten Gianyar pada tanggal 19 Januari ini.

Pemuda yang masih bujang ini akan bertarung melawan kandidat lain diantaranya I Made Suarta asal Banjar Penataran yang kini menjabat PJ Perbekel Desa Batuan, I Ketut Arsana yang menjabat Kelihan Dinas Banjar Peninjoan,  AA Panca Limantara dari Banjar Gede, serta Mantan Perbekel Batuan I Nyoman Netra dari Banjar Jeleka.

Ditemui di kediamannya, beberapa waktu lalu anak kedua tiga bersaudara dari pasutri I Made Murka dengan almarhum Ni Nyoman Hariani mengaku tertarik maju bertarung karena dukungan penuh dari Banjar Puaya.

“Masyarakat Puaya kompak mendukung, saya tidak ingin menyia-nyiakan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Sepengetahuannya, Banjar Puaya yang memiliki jumlah pemilih terbanyak belum pernah meloloskan Perbekel.

” Yang nyalon dari Banjar Puaya pernah tahun 2006 dan 2012 tapi tidak lolos. Saat ini saya optimis, karena dukungan dari banjar sekala niskala,” ujarnya.

Dimata masyarakat, Ary Anggara yang lulusan S2 universitas Gajah Mada (UGM) jurusan Ekologi Konservasi Fakultas Biologi ini dijadikan panutan.

“Pulang dari Yogya, pertama kli saya ikut nimbrung bareng forum peduli lingkungan Puaya. Fokusnya pada pembersiham lingkungan,” jelasnya.

Lalu sejak Tahun 2018, Ary Anggara aktif mengembangkan ekonomi kreatif.

” Saya kerja di Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta sekaligus di Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” jelasnya.

Ary bertugas melakukan konsolidasi data di daerah.

” Wilayah kerjanya di Karangasem sampai Tahun 2019. Sekarang sudah di wilayah Gianyar,” jelasnya yang juga masuk tim Bupati Gianyar untuk Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Tim World Craft City ini.

Di sela-sela itu, Ary juga membuat Yayasan Ganesa Mada yang tujuan utamanya untuk mengembangkan ekonomi kreatif berbasis seni budaya.

“Salah satu produk saya berupa Wayang Garuda modifikasi. Jadi ada nilai tambah ekonomi terhadap produl budaya,” jelasnya.

Ary tercatat telah melakukan pendaftaran calon perbekel pada Selasa (19/11/2020).

” Ini adalah proses belajar,” ujar mantan Ketua BEM Undiksha Singaraja 2012 ini.

Meski demikian, Ary mengaku sudah berhitung. Dari jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS) Batuan sekitar 6.500 orang, setidaknya alumni S1 Pendidikan Biologi Undiksha Singaraja dan SMAN 1 Blahbatuh ini mengantongi 1.076 suara se banjar Puaya.

“Sedesa sekitar 6.600 pemilih. Satu banjar Puaya jumlahnya 1.076 pemilih. Modal itu saja, saya yakin bisa lolos,” ungkapnya.

Mengenai harus melawan kandidat yang usianya lebih tua dengan pengalaman, Ary mengaku siap.

” Saya tetap menghormati para kandidat lain. Ada yang mantan perbekel, pejabat perbekel maupun kelihan dinas. Saya tetap lanjutkan proses ini. Karena Pilkel kan memilih yang terbaik untuk Batuan. Dan saya tawarkan pembaharuan dari generasi muda dengan program inovasi pengembangan desa,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Bina Pemerintahan Desa, I Wayan Gede Subayasa mengaku belum melakukan pendataan berdasarkan usia.

” Hanya pengamatan saja. Di Batuan ada 1 calon masih muda usia 28 tahun belum menikah,” jelasnya.(ctr/bpn/tim).