Senin, Juni 24, 2024
BerandaBulelengAmankan Tahapan Pemilu, Polres Adakan Simulasi Sispamkota

Amankan Tahapan Pemilu, Polres Adakan Simulasi Sispamkota

BULELENG, balipuspanews.com – Sebanyak 630 personel Polres Buleleng melaksanakan kegiatan Simulasi Sispamkota dalam rangka kesiapan pengamanan pada tahapan Pemilu 2024 di Kabupaten Buleleng di Lapangan Bhuana Patra Singaraja, Rabu (04/10/2023).

Disaksikan langsung Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Gede Supriatna, S.H., Pejabat Forkopimda Buleleng, Ketua KPU Kabupaten Buleleng, Ketua Bawaslu, Dandim 1609 Buleleng, Kejaksaan Negeri Singaraja, para PJU Polres Buleleng dan Para Kapolsek Jajaran Polres Buleleng kegiatan simulasi dilaksanakan dari pukul 09.00 WITA.

Ditemui usai kegiatan Kapolres Buleleng AKBP I Made Dhanuardana, S.I.K., M.H yang memimpin langsung kegiatan mengatakan simulasi diadakan berkaitan dengan upaya antisipasi peristiwa-peristiwa yang mungkin terjadi pada setiap tahapan Pemilu 2024. Salah satunya antisipasi akan ketidakpuasan dari masyarakat yang menjadi pendukung calon pada Pemilu 2024.

Adapun yang dilibatkan dalam pengamanan Pemilu nanti, AKBP Dhanuardana menyebut ada 630 personel dari jajaran polres hingga ke Polsek-polsek. Personel tersebut akan mengamankan tahapan berdasarkan SOP yang telah diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 1 tahun 2009 terkait dengan penggunaan kekuatan dalam tindakan Kepolisian.

BACA :  Terbesar di Bali, Timezone Hadir di MBG Ada Room Party

“Intinya bagaimana kita dalam merayakan pesta demokrasi yang penuh keceriaan, kedamaian ini supaya bisa bahu-membahu menjaga kondusifitas di Kabupaten Buleleng. Sehingga dalam pelaksanaan kegiatan Pemilu 2024 bisa berjalan tentram dan damai,” ungkap AKBP Dhanuardana.

Selain mengadakan simulasi, pihaknya mengaku sudah melaksanakan beberapa kegiatan-kegiatan preventif. Seperti Patroli menggunakan sepeda motor, sepeda, jalan kaki, dan Bhabinkamtibmas melakukan penggalangan-penggalangan ke tokoh-tokoh masyarakat. Kemudian ada pula Polisi Banjar yang bertugas lebih mendekatkan diri ke masyarakat.

“Tujuan kegiatan tersebut tentunya agar masyarakat tidak mudah terprovokasi atau terhasut oleh oknum-oknum yang ingin berusaha menggagalkan Pemilu 2024,” imbuhnya.

Sementara itu disinggung soal pemetaan daerah rawan konflik, AKBP Dhanuardana menyebutkan sampai saat ini belum ada. Sebab dengan sejumlah langkah-langkah preventif yang telah dilaksanakan ke masyarakat. pihaknya pun yakin tidak akan sampai ada wilayah yang masuk dalam daftar daerah rawan konflik.

“Untuk itu (daerah rawan konflik) di Kabupaten Buleleng belum ada, astungkare dengan langkah-langkah preventif yang sudah kita laksanakan semua itu tidak akan ada,” pungkasnya.

BACA :  Nahas, 18 Karyawan Gudang Gas Terbakar Seluruhnya Tewas

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular