Rabu, Oktober 21, 2020
Beranda Bali Buleleng Anak Dibawah Umur Jadi Korban Pemerkosaan Bergilir, Orang Tua Lapor Polisi

Anak Dibawah Umur Jadi Korban Pemerkosaan Bergilir, Orang Tua Lapor Polisi

BULELENG, balipuspanews.com – Seorang anak dibawah umur diduga menjadi korban pemerkosaan di Kelurahan Penarukan, Desa Jinengdalem, Kecamatan/Kabupaten Buleleng. Bahkan aksi yang terbilang keji tersebut diduga dilakukan secara bergilir oleh sejumlah pelaku secara terpisah. Selain itu status korban diketahui masih menjadi siswa sekolah menengah pertama.

Peristiwa tersebut diduga bermula dari korban berinisial KMW, 14, yang sempat menghilang selama dua hari. Kemudian aksi persetubuhan yang dilakukan secara bergilir melibatkan korban anak di bawah umur terungkap dari introgasi orangtua korban. Setelah mendapat informasi tersebut orang tua korban langsung melaporkan kasus yang menimpa anaknya ke Polres Buleleng.

Berdasarkan informasi, korban yang pada Minggu (11/10/2020) sekitar pukul 19.00 Wita keluar rumah tanpa ijin orang tua dengan mengunaakan sepeda motor. Namun dalam perjalanan korban justru kehabisan bensin sehingga kemudian bertemu dengan temannya berinisial RA yang kemudian mengajaknya jalan-jalan dan ke rumah AC.

RA selanjutnya melakukan persetubuhan dengan korban di rumah AC. Bahkan setelah melakukan aksinya korban ditinggalkan oleh RA sehingga AC juga melakukan aksi serupa dengan korban yang menginap di rumahnya. Atas musibah yang dialaminya itu korban tidak berani pulang ke rumahnya.

Korban kemudian bertemu dengan temannya, ER dan diajak ke rumahnya. Bukannya mendapat perlindungan lagi-lagi, di sana korban mengalami aksi persetubuhan yang dilakukan oleh ER. Bahkan setelah itu korban diajak keluar dan ditinggalkan di rumah kosong yang tak dikenali pemiliknya.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Gede Sumarjaya, membenarkan terkait adanya pelaporan kasus dugaan pemerkosaan di Desa Jinengdalem. Bahkan kasus ini sekarang masih ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Buleleng. Akan tetapi dirinya belum memberikan kejelasan lebih lanjut sebab saat ini masih dilakukan penyelidikan.

“Peristiwa ini masih dlam proses penyelidikan. Orangtua korban baru datang ke unit PPA akan menyampaikan laporan dugaan perbuatan cabul yang menimpa anaknya yang masih duduk di bangku SMP. Informasi lebih lanjut nanti setelah penyelidikan,” terangnya, Jumat (16/10/2020).

Lanjutnya memaparkan dalam waktu dekat korban akan diminta untuk dilakukan visum. Hal itu dilakukan sebagai langkah awal dalam pemeriksaan.

“Sementara laporan orangtua korban kami terima dan akan dilakukan langkah-langkah permintaan visum,” singkatnya.

Saat ini Unit PPA Reskrim Polres Buleleng sendiri dalam proses penanganan kasus ini masih mengalami kendala, sebab pengakuan korban masih berubah-ubah diduga akibat trauma dan ketakutan untuk melaporkan kasus tersebut secara hukum.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -

Kakek Gantung Diri di Gubuk Ditemukan Oleh Cucunya

ABIANSEMAL, balipuspanews.com -Seorang cucu, Putu Darmiati, 23, tidak menyangka menemukan kakeknya, Ketut Sumerta, 65, tewas gantung diri di gubuk sawah di Pondok Subak Munduk...

Kasus Dugaan Pemerkosaan Pelajar, Diduga Terjadi di Lima Tempat Berbeda Oleh 10 Pelaku

BULELENG, balipuspanews.com - Penyelidikan terhadap kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur terus berlanjut. Kasus yang korbannya dibawah umur ini dari hasil penyelidikan sementara...
Member of