Jajaran Unit Reskrim Polsek Kuta Utara telah merampungkan hasil penyelidikan terkait ditemukannya pasangan kekasih yang tewas bunuh diri di kamar kos di Jalan Raya Kayu Tulang, No.4 A, Br. Kayu Tulang, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Minggu (5/7/2020) pagi. 
Jajaran Unit Reskrim Polsek Kuta Utara telah merampungkan hasil penyelidikan terkait ditemukannya pasangan kekasih yang tewas bunuh diri di kamar kos di Jalan Raya Kayu Tulang, No.4 A, Br. Kayu Tulang, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Minggu (5/7/2020) pagi. 

CANGGU, balipuspanews.com – Jajaran Unit Reskrim Polsek Kuta Utara telah merampungkan hasil penyelidikan terkait ditemukannya pasangan kekasih yang tewas bunuh diri di kamar kos di Jalan Raya Kayu Tulang, No.4 A, Br. Kayu Tulang, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Minggu (5/7/2020) pagi.

Menurut Kanitreskrim Polsek Kuta Utara AKP Androyuan Elim dari hasil penyelidikan pihaknya tidak menemukan unsur kekerasan atau pun penganiayaan tewasnya pasangan kekasih Kadek Ardana (29) dan Kadek Suartini (28).

Kedua sejoli asal Singaraja itu diduga kuat tewas akibat bunuh diri.

Hal ini diperkuat di dalam kamar kos ditemukan 3 botol mineral berisi cairan berbahaya dan segelas air berisi cairan berbahaya yang diminum oleh kedua korban.

Selain juga didukung berdasarkan hasil visum et revertum rumah sakit Mangusada Kapal Mengwi Badung yang menjelaskan bahwa keduanya tewas akibat bunuh diri dengan minum cairan berbahaya.

“Dari hasil visum luar, dokter menyebutkan ada bekas muntah dan busa di mulut korban cewek. Begitu pula dengan si cowok. Jadi kesimpulannya keduanya keracunan. Untuk jenis cairan berbahaya itu masih di cek di labfor,” terang AKP Androyuan, Senin (6/7/2020).

Pun soal motif bunuh diri kedua pasangan kekasih itu, perwira asal Kupang Nusa Tenggara Timur itu tidak mau berspekulasi. Diakuinya, dari keterangan beberapa saksi tetangga kos korban, yakni saksi Lukman, yang mengatakan bahwa keduanya kerap bertengkar di kos.

Namun untuk kepastiannya, pihaknya akan memintai keterangan dari pihak keluarganya.

“Soal motif ini kami akan periksa lagi saksi-saksi untuk menguatkan hasil penyelidikan termasuk meminta keterangan dari pihak keluarganya,” bebernya.

Lain hal, AKP Androyuan mengatakan pihak keluarga tidak mempersoalkan lagi kematian pasangan kekasih itu karena sudah menganggap sebagai musibah.

Bahkan pihak keluarga enggan dilakukan otopsi terhadap jenazah kedua korban. Dimana, pihak keluarga juga berencana akan membawa kedua jenazah ke Singaraja untuk dilakukan upacara.

Soal pemulangan jenasah ini, pihak kepolisian akan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit Mangusada Badung.

“Pihak keluarga tidak mau di otopsi dan minta jenazah segera dikeluarkan dari rumah sakit untuk bisa dibawa ke kampung untuk di upacarain,” bebernya mengakhiri.

Diberitakan sebelumnya, dua sejoli Kadek Ardana (29) asal Banjar Dinas Dauh Pura, Desa Panji, Sukasada Singaraja dan Kadek Suartini (28) asal Br. Dinas Bukittelu, Desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu Singaraja, ditemukan tewas di kamar kos di Jalan Raya Kayu Tulang, No.4 A, Br. Kayu Tulang, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Minggu (5/7/2020) pagi.

Di kamar kos tersebut ditemukan beberapa botol mineral berisi cairan berbahaya yang digunakan untuk bunuh diri. Kuat dugaan keduanya bunuh diri karena tidak cocok lagi berhubungan dan sering diawali dengan pertengkaran.

Penulis : Kontributor Denpasar. 
Editor : Oka Suryawan

Facebook Comments