sewa motor matic murah dibali

DENPASAR TIMUR,balipuspanews.com- Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( Menristekdikti) Prof. Mohamad Nasir hadir dalam apel hari kebangkitan teknologi nasional ke – 24 di lapangan Niti Mandala Renon Denpasar, Kamis ( 21/2/2019).

Disela peringatan, Menteri kelahiran Ngawi, Jatim itu mendorong perguruan tinggi untuk melakukan riset yang inovatif sesuai dengan kebutuhan masyarakat dewasa ini.

“Riset harus didorong terus, riset mempunyai manfaat bagi masyarakat. Selama ini riset hanya  dibiarkan begitu saja tanpa diarahkan dengan baik,” sebutnya.

Kedepan, kata mantan Rektor Universitas Diponegoro Semarang itu, riset harus inovatif.

“ Bagaimanna caranya agar riset inovatif. Tentu yang sesuai dengan kebutuhan industri dan masyarakat,” tegas Nasir.

Target empat tahun sejak 2015 hingga 2019 kementerian Risetdikti menargetkan seribut startup dalam menciptakan inovasi.

” Tahun ini, 31 ribu karya ilmiah yang publikasi. Kedepan  35-40 ribu harus tercapai,” harapnya.

Disinggung mengenai anggaran di kementerian risetdikti di Indonesia, Menristekdikti menyebut mengalalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Sekarang  anggaran mencapai 2,5 Triliun di tahun 2019. Sedangkan tahun sebelumnya besaran anggaran dari kementerian risetdikti sebesar 1,75 Triliun.

Lebih lanjut pihaknya memaparkan upaya yang dilakukan dalam mensinergikan antara pemerintah pusat dengan potensi daerah yaitu pihaknya bekerjasama dengan daerah-daerah, sinergikan dengan litbangda untuk mengembangkan riset sesuai dengan potensi lokal.

 

“Saya rasa semua daerah di indonesia bagus. Satu masalah yang terjadi yaitu tidak terkoordinasi dengan baik antara pusat dengan daerah dan potensi tidak di bangun dengan baik,” tegasnya.

Oleh karena itu, kata pria yang dikenal sebagai pakar anggaran dan akuntan profesional itu, harus bekerjasama dengan peneliti di perguruan tinggi dan ada di Lembaga Peneliti Non Kementerian (LPNK), dan  dikoordinasikan, pemerintah daerah harus mendorong riset- riset dan potensi-potensi daerah untuk dibangun agar bisa memberi nilai tambah kepada masyarakat.

Kebangkitan teknologi nasional dihadiri oleh ratusan mahasiswa, baik  dari perguruan tinggi negeri maupun swasta di Bali. Usai launching, Menristekdikti didampingi Gubernur Bali Wayan Koster sempat memantau startup-startup di dari berbagai kampus di Bali.(bud/basbpn/tim).

 

Tinggalkan Komentar...