sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Anggota DPRD Buleleng, Ketut Sumardhana turun tangan memperbaiki jembatan darurat di Banjar Kubu Kelod, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Minggu (27/1).

Pantauan di lokasi, genangan air sungai merendam ujung utara jembatan mengakibatkan karung pasir berfungsi sebagai penahan jembatan hanyut, hingga jembatan itupun tak bisa dilalui sepeda ataupun kendaraan roda dua.

Pun begitu dengan badan jembatan darurat, berlubang sehingga sangat sulit dilalui pengendara.

Melihat fakta itu, Sumardhana pun merasa terenyuh dan memutuskan untuk melakukan penanganan darurat dengan merogoh kantongnya sendiri memperbaiki akses vital sambil menunggu realisasi anggaran dari pemerintah.

Saat turun langsung memperbaiki jembatan darurat itu, datang juga Jero Mangku Made Suma Wijana salah satu tokoh masyarakat dan sejumlah warga yang terpanggil prihatin dengan kondisi jembatan darurat tersebut.

“Itu murni bentuk kepedulian dan keprihatinan saya. Saya sering lewat disitu (jembatan darurat). Kami tidak ingin ada masyarakat nantinya jatuh terpeleset saat melewati jembatan darurat ini. Kalau sampai seperti itu (jatuh), kasihan kan,” kata Sumardhana saat ditemui, Minggu (27/1) siang.

Politisi Partai Hanura itupun tak menampik sempat didesak oleh masyarakat Banjar Kubu Kelod menanyakan terkait kepastian pemerintah untuk melakukan perbaikan permanen jembatan yang putus akibat diterjang banjir bandang pada bulan Februari 2017 lalu.

Dewan Sumardhana menjelaskan, Pemkab Buleleng sejatinya sudah berupaya mengusulkan agar pemerintah pusat melakukan penanganan terhadap jembatan itu. Bahkan persoalan jalan tersebut selalu dibahas di DPRD Buleleng.

“Saya minta masyarakat bersabar, karena kondisi tersebut sudah disampaikan ke pusat, tentu itu butuh proses karena menyangkut anggaran dan aturan,” jelasnya.

Namun begitu, ia meminta kepada Pemkab Buleleng untuk lebih serius mengawal usulan itu, dengan rutin melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat.

Dewan Sumardhana pun mengaku siap untuk sama – sama menghadap pemerintah pusat yang membidangi.

“Sambil menunggu realisasi pemerintah, sementara ini, kami gotong-royong bersama warga dulu. Menambal lubang badan jembatan yang sudah semakin parah. Nah, besok (28/1) kami turunkan alat berat memasang penahan karung pasir pada ujung timur jembatan darurat. Lanjut pengerukan dan pembersihan potongan pohon dan batang bambu yang menyumbat aliran sungai dibawah jembatan darurat,” tutupnya.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here