Para Pecalang desa Adat Semarapura jaga ketat lingkungan rumah mantan pejabat yang positif covid 19
Para Pecalang desa Adat Semarapura jaga ketat lingkungan rumah mantan pejabat yang positif covid 19

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Penjagaan secara ketat dilakukan oleh pecalang Desa Adat Semarapura, pasca adanya anggota keluarga mantan pensiunan pejabat di Klungkung terjangkit Covid-19.

Bendesa Adat Semarapura, Klungkung Wayan Budarsana, langsung bergerak cepat memerintahkan pecalangnya dengan membuat posko Satgas Gotong Royong di depan rumah mantan pejabat bersangkutan di lingkungan Pekandelan Klod tersebut.

Dari pantauan Senin(1/6/2020) pukul 15.30 Wita tampak Posko sudah siaga yang dijaga ketat pecalang dari Br. Pekandelan Klod dan Br. Bajing secara bergilir. Mereka bertugas memantau dan tidak mengizinkan seorang pun keluar masuk ke rumah tersebut tanpa terkecuali.

“Rumahnya sudah kita steril. Dari tadi pagi kami sudah siap di depan rumahnya. Pecalang yang jaga ada empat orang nanti digilir setiap harinya. Bisa juga akan ada BKO dari desa adat yang lain. Kami pasti akan terus monitor dan akan pantau bersama petugas kepolisian, Satpol PP, dan juga BPBD,” ujar Bendesa Adat Semarapura, Wayan Budarsana di depan posko.

Bendesa Adat Wayan Budarsana menyatakan, sejauh ini pihaknya telah mengikuti protokol kesehatan. Bagi yang warga yang tinggal di dalam rumah dan dinyatakan negatif tetap dihimbau untuk melakukan isolasi mandiri di rumahnya secara ketat agar tidak membawa  transmisi baru lagi.

Termasuk warga yang ingin berkunjung ke rumah diminta untuk ditiadakan sementara waktu. Sedangkan untuk keperluan makan dan belanja dibantu pecalang yang jaga diposko didepan rumah tersebut.

Lebih jauh wayan Budarsana menambahkan, hingga saat ini pihaknya memang belum bisa menerapkan aturan ataupun pararem ketat terkait pembatasan mobilitas penduduk disekitar wilayah tersebut.

Hal itu disebabkan wilayah tersebut penduduknya heterogen, sehingga yang lebih diutamakan adalah imbauan secara persuasif.

“Kalau terapkan awig-awig seperti di desa adat lain kami belum bisa, kita hanya pendekatan saja kerena penduduk di sini heterogen,” Ujar Wayan Budarsana yang juga pemerhati budaya Klungkung.

Penulis/Editor : Roni/Putu Artayasa