Anggota Sat Lantas Polres Tabanan Selamatkan Nyawa Muhammad Wahyudi

Anggota Polres Tabanan saat berupaya menyelamatkan nyawa Muhammad Wahyudi
Anggota Polres Tabanan saat berupaya menyelamatkan nyawa Muhammad Wahyudi

TABANAN, balipuspanews.com – Tidak ada hujan tidak ada angin, ada peristiwa secara tiba-tiba terjadi di pos polisi Adi Pura, Jalan Ir Soekarno Tabanan, pada Selasa (11/8) sekitar pukul 15.30 WITA.

Kejadian tersebut berawal dari adanya seseorang yang datang ke pos polisi Adi Pura Jalan Ir. Soekarno Tabanan. Yang bersangkutan baru turun dari kendaraan bus.

Kepada anggota Polres Tabanan yang berjaga di pos orang tersebut menitip sebuah tas kemudian pergi dengan alasan membeli makanan.

Orang tersebut yang kemudian diketahui bernama Muhammad Wahyudi asal Jombang berjalan kearah timur kurang lebih 100 meter menuju swalayan Alfamart. Sekembalinya dari Alfamart Muhammad Wahyudi membawa 1 botol Cairan Harpic.

Cairan tersebut adalah sejenis cairan pembersih toilet dan lantai untuk membunuh kuman dan bakteri.

Sesaat kemudian yang bersangkutan membuka tutup botol cairan harpic tersebut hendak diminum. Melihat kejadian ini anggota satuan lalu lintas Polres Tabanan Aiptu I Made Suryawan yang melihatnya dari jarak sekitar tiga dengan sigap mendekat ke arah Muhammad Wahyudi.

Cairan pembersih lantai itupun langsung dicampakkan sehingga tertumpah ke lantai pos polisi Adi Pura. Pada saat kejadian melintas didepan pos Adi Pura Pawas Polres Tabanan Ipda Dewa Ketut Abdi dan personil Dalmas Polres Tabanan.

Selanjutnya yang bersangkutan diamankan dan personil Polsek Tabanan pun datang dari unit Patroli Sabhara ke TKP dalam hitungan menit untuk melakukan langkah langkah penyelamatan.

Setelah gagal minum cairan harpic Muhammad Wahyudi juga sempat berjalan ketengah jalan dan tertidur. Namun personil Polres Tabanan dan Polsek Tabanan dengan sigap mengantisipasi kemudian membopong yang bersangkutan ke pinggir jalan.

Informasi yang dapat dihimpun di TKP, yang bersangkutan naik kendaraan bus dari Denpasar. Saat di kendaraan ia berteriak teriak terus yang dikarenakan kemungkinan stres setelah diberhentikan bekerja sebagai buruh foto copy di sebuah perusahaan di daerah Buluh Indah Denpasar.

Penulis : Arthadana

Editor : Oka Suryawan