Antre akibat gelombang tinggi
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Jembrana,  balipuspanews. com -Angin kencang kecepatan lebih dari 30 knot   membuat kapal oleng bahkan terdorong sehingga hanyut atau kandas maka untuk keselamatan pelayaran terpaksa penyebrangan dihentikan.

Penutupan dilakukan mulai pukul 15.00 oleh Unit Penyelenggaran Pelabuhan (UPP) atau Syahbandar.

Lantaran pelayaran dihentikan, maka kapal-kapal yang sudah seleai memuat penumpang sementara tetap di dermaga.

Sedangkan kapal lainya mencari tempat mengapung yang aman didekat pelabuhan terdekat

Saat penutupan  penyebrangan, tidak terjadi antrean karena jumlah kendaraan yang akan menyebrang ke Jawa tudak banyak.

Hanya ada penumpukan di parkir pelabuhan. Namun semakin sore, kendaraan yang datang semakin banyak dan parkir pelabuhan kepenuhan.

Setelah tiga jam lebih, sekitar pukul 18.20 penyebrangan dibuka kembali.

“Angin dengan kecepatan antara 28 sampai 31 knot bisa membahayakan pelayaran kapal. Sehingga kita tunda penyebrangan sementara, setelah angin mereda kita buka kembali.” kata Syahbandar Gilimanuk, I Nyoman Suryantha ketika dikonfirmasi.

Sementara itu Syahbandar Ketapang, Eka Cakrawala, saat dihubungi melalui Ponselnya mengatakan, penutupan sementara penyebrangan di Selat Bali itu memang atas permintaan Syahbandar Gilimanuk karena cuaca buruk terutama angin kencang yang kecepatangan sampai 30 knot.

“Yang membahayakan adalah angin kencang terutama ditengah selat Bali,” ungkapnya. (nm/bpn/tim)

 

 

 

 

 

Advertisement

Tinggalkan Komentar...