Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com — Tingginya angka golput pada perhelatan pemilihan Bupati (Pilbup) Buleleng tahun 2017 lalu, menjadi soroton tim Koalisi Rakyat Bali (KRB).

Sekedar diketahui, angka golput di Buleleng pada saat Pilbup lebih dari 40 persen.

Nah, tingginya angka golput, tidak lepas dari banyaknya masyarakat Buleleng yang tidak menerima surat pemberitahuan memilih atau formulir C6.

Kondisi ini pun mendapat perhatian khusus dari tim KRB Kabupaten Buleleng.

Sekretaris DPD I Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry, usai menggelar rapat dengan tim KRB Buleleng mengatakan, angka golput yang cukup tinggi pada Pilbup Buleleng, yakni sekitar 42 persen.

Semestinya, hal tersebut menjadi pembelajaran dalam proses demokrasi.

“Bagaimana caranya agar tingginya golput tidak terulang. Golput saat itu tinggi, kalau tidak salah sekitar 42 persen,” ujar Sugawa Korry, pada Minggu (18/3) siang.

Penyebab tingginya angka Golput, kata dia dipengaruhi berbagai faktor.

“Mungkin saja pemilih memang sengaja tidak hadir saat pencoblosan, tapi bisa juga pemilih itu sengaja tidak dihadirkan,” sentil Sugawa Korry.

Persoalan itu, tentunya menjadi pelajaran dan bahan evaluasi bagi parpol, pun demikian dengan lembaga penyelenggara demokrasi.

Sugawa berharap, angka golput tinggi itu, tidak terulang kembali dalam perhelatan Pilgub Bali.

“Ya, dulu banyak pemilih yang punya hak pilih tidak dipanggil. Entah, itu disengaja atau lupa, dan itu menjadi perhatian kami,” jelasnya.

Sugawa Korry mengaku, tim KRB akan mengantisipasi hal itu dengan cara mengawal pemilih Mantra-Kerta di Buleleng agar mereka tidak sampai kehilangan hak suara dalam perhelatan Pilgub Bali digelar 27 Juni mendatang.

“Saksi dan kader KRB dipastikan memantau pemilih Mantra Kerta yang tidak memperoleh formulir C6, khususnya pemilih menggunakan hak suara memakai KTP, jangan sampai mereka sengaja dipersulit di TPS,” tegasnya.

Sugawa memastikan, baik dari tim KRB maupun relawan kini sudah komit dan solid untuk memenangkan Mantra-Kerta di Buleleng.

Terlebih dari hitungan jumlah kursi dewan di Buleleng, KRB unggul sebanyak 23 kursi dari total 45 kursi.

“Semua solid dan kami punya keyakinan tinggi bisa menang di Buleleng,” ungkapnya.

Selain Sugawa Korry, rapat juga dihadiri Anggota DPR RI dari Demokrat, Tutik Kusuma Wardhani, anggota DPRD Buleleng dari parpol gabungan KRB, tim relawan Mantra-Kerta di Buleleng, Ketua KRB Buleleng, Putu Singyen serta pengurus KRB Buleleng lainnya.

Tutik Kusuma Wardhani menjelaskan bahwa kehadirannya dalam rapat tersebut untuk memberikan semangat terhadap tim KRB dalam memenangkan Mantra-Kerta di Buleleng.

“Pastinya, harus ikut memberi semangat kepada tim. Ya, karena ini intruksi partai, semua basis dukungan di Pileg 2014 lalu, akan saya gerakkan untuk memenangkan Mantra-Kerta di Buleleng,” singkatnya.

Tinggalkan Komentar...