Angka Pravalensi Stunting di Buleleng Menurun

Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Buleleng tahun 2021 di Balai Serba Guna Kelurahan Banjar Jawa, Singaraja
Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Buleleng tahun 2021 di Balai Serba Guna Kelurahan Banjar Jawa, Singaraja

BULELENG, balipuspanews.com – Melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Buleleng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) mengadakan rapat koordinasi percepatan penurunan stunting sekaligus menindaklanjuti amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting bertempat di Balai Serba Guna Kelurahan Banjar Jawa beberapa hari sebelumnya.

Mewakili Kepala Bappeda Kabupaten Buleleng, Kabid Pemerintahan dan Pembangunan Manusia, Putu Arimbawa dalam sambutannya menyampaikan, mengacu pada data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, pravalensi stunting di Kabupaten Buleleng mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Hal itu terlihat sejak akhir tahun 2019, angka pravalensi stunting turun menjadi 18,84 persen dan pada tahun 2020 menjadi 7,2 persen. Itu artinya dalam kurun waktu 2 tahun pemerintah sudah dapat menurunkan angka pravalensi stunting sebesar 12,85 persen.

Baca Juga :  Akhirnya, Proyek Telaga Waja Siap Dilanjutkan

Meskipun sudah mengalami penurunan, angka ini masih tergolong cukup tinggi. Oleh karena itu, mulai tahun 2019 Kabupaten Buleleng dijadikan sebagai salah satu Kabupaten/Kota lokasi percepatan penanganan stunting di Indonesia.

Sehingga dengan begitu dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2022, Pemerintah Daerah Kabupaten Buleleng menargetkan angka pravalensi stunting turun menjadi 3 sampai dengan 4 persen.

“Untuk mencapai target tersebut kerja keras dan kerjasama pemerintah dengan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (28/11/2021).

Arimbawa juga menambahkan apa yang menjadi target kedepan itu sesuai dengan komitmen Bupati Buleleng agar bisa mempercepat penurunan pravalensi stunting secara signifikan dan merata di seluruh desa. Ini didasari atas diterbitkannya Peraturan Bupati Buleleng Nomor 148 Tahun 2018 tentang penurunan stunting.

Baca Juga :  205 Warga Binaan Lapas Singaraja Terima Remisi Kemerdekaan

Alhasil melalui tema “Optimalisasi Peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) dan Percepatan Penurunan Stunting di Kab. Buleleng” pihaknya berharap kedepannya KPM dapat berperan lebih banyak lagi terutama dalam memfasilitasi konvergensi pencegahan stunting di Desa/Kelurahan utamanya melalui pemantauan sasaran rumah tangga pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Kemudian pelaksanaan rapat koordinasi ini dapat menghasilkan suatu gerakan yang terkoordinasi, terintegrasi, konvergen dan simultan dalam upaya mempercepat penurunan stunting di Buleleng.

“Dengan dukungan dari Pemerintah Daerah, Kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya, kami yakin harapan tersebut akan menjadi kenyataan,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan