Penampilan pamungkas gong kebyar wanita duta Kabupaten Karangasem dengan tari kreasi Tepak Sangku pada PKB XLI.
Penampilan pamungkas gong kebyar wanita duta Kabupaten Karangasem dengan tari kreasi Tepak Sangku pada PKB XLI.

DENPASAR, balipuspanews.com- Penampilan pamungkas Gong Kebyar Wanita duta Kabupaten Karangasem dengan membawakan tari kreasi “Tepak Sangku” penampilan memukau penonton Pesta Kesenian Bali ke -41 di panggung Ardha Candra, Taman Budaya, Art Center, Denpasar, Minggu (7/7) kemarin malam.

Tepak Sangku merupakan tari kreasi baru yang mengangkat tradisi trah kerajaan atau Puri Karangasem tentang perkawinan yang terjadi dikeluarga Puri Karangasem.

Balutan gamelan pepanggulan menambah keagungan suatu garapan karawitan, terlebih tari kreasi ini mengangkat ritual atau tradisi sakral trah Puri Karangasem.

Dengan menampilkan busana adat khas Karangasem mendukung adanya keserasian gerak tari, kostum, dan karawitan.

Garapan karawitan yang apik dan gerak tari berpadu melodi dengan sentuhan tari Bali tanpa meninggalkan unsur-unsur gerak pakem tari Bali menguatkan garapan seni tari yang mampu memukau dan memikat decak kagum penonton.

Dibawah komposer tari Wawan Gumiart, garapan tari Tepak Sangku
mengingatkan masyarakat adanya tradisi trah Puri Karangasem yang tidak diketahui masyarakat banyak. Kepiawaian dan kecerdikan komposer mengangkat seni tradisi dan membangkitkan kembali budaya yang berkembang hidup ditengah-tengah atau disekitar masyarakat yang patut dijaga dan dilestarikan.

Disamping itu, Penampilan garapan tabuh kreasi Semuning Bayu karya Dek Shaolin dari Sekaa Gong Kebyar Wanita ‘Putri Widya Suara Garini’ Desa pertima, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem tidak kalah mengundang sorakan penonton tak henti-hentinya disambut tepuktangan yang meriah.

Kebolehan penampilan GKW asal Bumi Lahar, Karangasem seperti penampilan penabuh laki-laki
pada umumnya. Meskipun perempuan, namun memiliki kemampuan yang sama tidak kalah dengan penampilan penabuh pria.

Menampilkan empat materi tabuh dan tari terdiri dari tabuh Kreasi Dang Citta Utsawa, Tari Margapati, Tabuh Kreasi Semuning Bayu, dan sebagai pamungkas Tari Kreasi Tepak Sangku, GKW Karangasem tampil lepas.

Dalam penampilan ini Sekaa Gong Wanita Karangasem berhadapan dengan Sekaa Gong duta Kabupaten Bangli.

Kedua sekaa tampil unjuk kebolehannya dihadapan pengamat seni karawitan, tari, dan ribuan penonton sebagai ajang pementasan budaya baik karawitan maupun seni tari sebagai warisan budaya nabuh atau (megambel) dan tari atau (ngigel).

Walaupun terletak diujung timur pulau Bali dan Desa terpencil di Karangasem, penampilan GKW Karangasem bersaing dengan penampilan GKW kabupaten/kota lainnya.

Penggarap atau komposer muda Karangasem baik tari maupun karawitan merupakan jebolan Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar yang secara kemampuan tidak bisa diragukan lagi.

Turut hadir dalam kesempatan ini didampingi Wakil Bupati Karangasem, Sekda beserta istri, beserta perangkat Desa Pertima selaku penanggung jawab Sekaa Gong Wanita Putri Widya Suara Garini. (bud/bpn/tim).

Facebook Comments