Aniaya Perempuan Minta Uang Untuk Beli Rokok, Pemalak Dibekuk Polisi

Pelaku penganiayaan
Pelaku penganiayaan

KUTA, balipuspanews.com – Made Eka S,30, kini mendekam dalam tahanan Polsek Kuta, Jumat (20/11/2020). Pria ini nekat menganiaya seorang perempuan, Endang A karena tidak diberikan uang untuk membeli rokok.

Menurut Kanitreskrim Polsek Kuta Iptu Made Putra Yudistira, aksi pemalakan ini dilakukan Made Eka di sebuah warung di Jalan Legian, Gang Lingga Murti, Kuta, Selasa (10/11/2020) sekitar pukul 23.30 Wita.

Tersangka Made Eka tinggal di Jalan Bhineka Jati Jaya, Banjar Segara Kuta, datang ke TKP bersama temanya mengendarai satu motor. Setelah bertemu korban, pria berusia 30 tahun itu langsung memalak korban Endang A.

Aksi pemalakan ini diduga sudah sering dilakukan terhadap korban.

“Tersangka langsung memalak korban minta uang untuk beli rokok. Tapi korban mengaku tidak punya uang,” jelas Iptu Yudistira, Minggu (22/11/2020).

Tidak terima jawaban korban, Made Eka sontak marah. Ia langsung menggampar bibir dan kepala korban sebanyak 2 kali. Akibatnya perempuan asal Dusun Krajan Wetan, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, Jawa Timur itu mengaduh kesakitan.

Bahkan akibat penganiayaan itu bibir bagian atas mengalami luka robek dan kepalanya terasa pusing. Tak terima dengan perlakukan kasar tersangka korban melaporkan kejadian ke Polsek Kuta.

Berdasarkan ciri-ciri pelaku, Tim Opsnal Polsek Kuta dipimpin oleh Panit Reskrim Ipda Erick Wijaya Siagian menangkap Made Eka di rumah kosnya di Jalan Bhineka Jati Jaya, Kuta, Jumat (20/11/2020).

“Dia kami tangkap tanpa perlawanan,” terang mantan Kanit 1 Satreskrim Polresta Denpasar ini.

Diperiksaan, Made Eka mengakui segala perbuatannya memukul korban karena jengkel tidak diberikan uang. Selain itu penganiayaan itu dilakukannya karena pengaruh minuman keras.

“Ia mabuk saat menganiaya korban. Itu hanya alasannya saja dan tetap kami jerat Pasal penganiayaan yakni Pasal 351 KUHP ancaman maksimal 2 tahun 8 bulan penjara,” tegasnya.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan