Selasa, Juli 16, 2024
BerandaJembranaAnjing Rabies Gigit Pemilik, HPR Warga Baluk Divaksin

Anjing Rabies Gigit Pemilik, HPR Warga Baluk Divaksin

JEMBRANA, balipuspanews.com – Kasus gigitan anjing rabies di Jembrana kembali bertambah. Kali ini seekor anjing rabies di Desa Baluk, Kecamatan Negara, menggigit pemiknya sendiri. Kasus gigitan anjing rabies di Desa Baluk dialami IPB, pada Senin (24/5/2021).

Saat itu B akan berangkat kerja, namun letika mengambil sepeda motor kakinya di gigit anjing miliknya, lalu anjing itu menggigit keponakannya bernama NLPMR saat datang dari kerja di depan rumahnya.

Anjing tersebut sebelum mati menunjukkan inkoordinasi gerak (sempoyongan), malamnya anjing itu mati. Mendapat informasi adanya warga digigit anjing petugas langsung menuju lokasi untuk mengambil sample pada tanggal 25 Mei 2021 dan tanggal 26 Mei 2021 hasilnya keluar dan positif.

Dengan adanya kasua gigitan anjing rabies itu maka kasus rabies di Jembrana dari. Januari sampai Mei sudah terdapat 7 kasus rabies, dimana di Kecamatan Melaya terdapat 6 kasus sedangkan di Kecamatan Negara terdapat 1 kasus.

Menyikapi kasus gigitan anjing rabies di Desa Baluk itu, Senin (31/5/2021), Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Jembrana mengadakan vaksin rabies untuk hewan penular rabies (HPR) milik warga.

BACA :  Desa Sidakarya Terima Penghargaan dari BNN Kota Denpasar

Kasi Keswan drh. IG.N.B, Mulyawan S.A mengatakan, kegiatan selain vaksinasi rabies juga pengobatan HPR milik warga.

“Pengobatan ini gratis. Kita berharap masyarakat khususnya di Desa Baluk dan sekitarnya bisa memanfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya, silahkan datang kegiatan ini gratis,” ucapnya.

Ada 39 ekor HPR baik anjing dan kucing yang divaksin. Kegiatan ini juga, sebagai bentuk tindak lanjut dari kegiatan respon dari kasus positif rabies. Sesuai dengan SOP begitu hasil lab keluar dinyatakan sampel positif langsung direspon meski hari libur.

“Kemarin hasil lab kebetulan keluar malam, dengan koordinasi dan kerja keras petugas di Kecamatan Negara, kegiatan sudah kita bisa lakukan kurang dari 24 jam,” ungkapnya.

Dalam menangani rabies, Dinas Pertanian dan Pangan tidak aakan bisa bekerja dengan maksimal, tetapi dibutuhkan suport kerja keras dan kerjasama dari masyarakat terutama masyarakat yang mempunyai HPR untuk bisa bersama kami untuk menekan kasus ini.

“Saat pandemi Covid-19, ini kita tidak bisa melaksanakan vaksin rabies ke rumah-rumah, sehingga yang bisa kita lakukan adalah vaksinasi rabies vitasioner, mohon masyarakat terutama pemilik HPR untuk bisa datang ketempat yang telah kita tentukan untuk mem vaksinasi hewan kesayangannya,” ujarnya.

BACA :  Kalahkan Inggris 2:1, Spanyol Juara Euro 2024 

Penulis : Anom 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular