Antar Anak Kejang ke RS, Rumah Malah Dibobol Maling
Korban Putu Leonardo Dewantara saat memberikan keterangan kepada petugas Kepolisian

SEMARAPURA, balipuspanews.com- Mengantar anak kejang Rumah Sakit, maling membobol rumah kontrakan Putu Leonardi Dewantara di Banjar Celepik Desa Tojan Jalan Baladewa, Klungkung

Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan SIK ketika diminta konfirmasinya Kamis(26/3) membenarkan adanya kasus pencurian sejumlah barang berupa emas ini menimpa korban Putu  Leonardo Dewantara ,29 .

Menurutnya korban Putu  Leonardo Dewantara ,29 asal Jln Nusa Indah Desa Padang Kerta Karangasem namun kesehariannya tinggal di rumah kontrakan Banjar Celepik,Desa Tojan,Klungkung.

Adapun penyebab aksi pencurian ini menurut saksi korban sendiri dimana Kunci pintu  rumah termasuk kunci gerbang yang menjadi satu tertinggal dirumah,sehingga kondisi ini memudahkan oknum pencuri masuk leluasa kedalam rumah..

Kronologis peristiwa pencurian ini terjadi pada Selasa 23 Maret sekitar pukul 19.00 Wita,dimana  Korban  Putu Leonardi Dewantara pergi ke RSUD Klungkung mengantar anaknya yang menderita sakit kejang dan saat itu langsung opname.

Sellanjutnya sekitar pukul 23.00 Wita Korban kembali kerumah untuk mengambil perlengkapan opname.

Namun sekira pukul 02.00 Wita Korban baru menyadari kunci rumahnya tertinggal tidak dibawa dan sempat minta ijin Security RSUD Klungkung akan tetapi tidak mendapat ijin untuk keluar saat itu.

Baru esok harinya pada hari Kamis tgl 26 Maret 2020 sekitar pukul 07.00 Wita saat kembali pulang korban menemukan kunci gerbang sudah dalam posisi keadaan tergeletak di pintu masuk rumahnya.

Setelah di cek korban didalam kamar telah hilang beberapa barang berharga berupa satu kalung rantai mas model licin 5.180 gr,1 buah Kalung rantai emas berat 4 gr dan 1 buah cincin emas berat 1 gr.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Klungkung AKP Mirza Gunawan,SIK menyayangkan peristiwa pencurian tersebut karena kunci kamar tertingga di pintu gerbang menjadi satu dengan kunci rumah.

“ Untuk sementara kita masih lalukan penyelidikan dan belum ada yang dicurigai dan korban mengalami kerugian puluhah juta rupiah,”pungkas AKP Mirza Gunawan tegas. (RON/BPN/tim)