BPBD Bangli Gelar Pelatihan Destana
BPBD Bangli Gelar Pelatihan Destana
sewa motor matic murah dibali
BANGLI, balipuspanews.com – Untuk membentuk masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana, utamanya masyarakat yang berada pada zona rawan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangli, Senin (1/7) menggelar Pembentukan dan Pelatihan Desa Tangguh Bencana (Destana) di Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani Bangli.
Acara yang dipusatkan di ruang pertemuan SDN 1 Batur, dihadiri oleh Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Provinsi Bali I Made Rentin, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bangli I Wayan Karmawan, Plt. Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Bangli Dewa Agung Putra Suryadarma, Kabag Ops. Polres Bangli Anom Semadi dan Perwakilan Kodim 1626 Bangli.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bangli Wayan Karmawan mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan pembentukan dan pelatihan Destana adalah untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan sumber daya masyarakat, sehingga terbentuk masyarakat yang tangguh dalam menghadapi bencana.
Adapun peserta dalam kegiatan ini, jelas dia, melibatkan 60 peserta dari kelompok masyarakat yang ada di Desa Batur Selatan, seperti Satlimas, Pecalang, Komunitas Radio dan Perangkat Desa Dinas.
Sedangkan kegiatan akan berlangsung selama lima hari, dari tanggal 1-5 Juli 2019. Adapun narasumber berasal dari BPBD Provinsi Bali, BPBD Kabupaten Bangli, Dinas PMD Kabupaten Bangli dan fasilitator Desa Tangguh Bencana. “Melalui pembentukan dan pelatihan Desa Tangguh Bencana ini, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana”ucapnya.
Sementara itu Kalak BPBD Provinsi Bali I Made Rentin mengatakan, Destana merupakan desa yang memiliki kemampuan mandiri untuk beradaptasi dan menghadapi potensi ancaman bencana. Untuk bisa menjadi Destana, jelas dia, desa harus mampu memulihkan diri dengan cepat dari berbagai dampak bencana.
Selanjutnya sebuah Desa bisa disebut mempunyai ketangguhan terhadap bencana, ketika desa tersebut memiliki kemampuan mengenali ancaman di wilayahnya dan mampu mengorganisasikan dirinya dengan segenap sumber daya yang dimiliki, untuk mengurangi kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi resiko bencana.
Sedangkan untuk menjadi Destana, harus melalui proses yang diantarannya harus memiliki Kader Destana. Kader Destana  yang sudah dilatih, dibentuk dan ditetapkan, wajib memiliki tiga hal dasar, yakni harus mengenali segala potensi bencana yang ada diwilayahnya, harus terdepan ketika terjadi bencana diwilayahnya dan terdepan serta mampu secara mandiri melakukan proses pemulihan.
Ia juga mengatakan, kalau berbicara kebencanaan, bencana itu tidak bisa diprediksi kapan datangnya dan seberapa besar dampaknya. “Kalau ada infotmasi di media sosial yang mengatakan, hari ini akan terjadi bencana gempa atau bencana lainnya, bisa dipastikan itu berita bohong (hoax). Karena sampai saat ini belum ada ilmu yang bisa memprediksi kapan bencana akan terjadi secara pasti”terangnya.
Melalui pelatihan ini ia berharap, Kader Destana bisa menyiapkan diri dan membagi ilmu yang dimiliki kepada masyarakat lainnya, sehingga masyarakat bisa menganalisa dan mengantisipasi dampak bencana yang mungkin bisa terjadi. “Melalui pelatihan ini saya berharap Kader Destana mampu mengkaji, menganalisa, menangani dan mengurangi resiko-resiko bencana diwilayah masing-masing dengan memanfaatkan sumber daya lokal”tutupnya. (Rls/bpn/tim)