Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesbangpol Kota Denpasar menggelar sosialisasi pencegahan penyakit masyarakat di Kota Denpasar Selasa (6/11). Acara ini dibuka secara resmi oleh Seketaris Kesbangpol Denpasar I Wayan Wirawan di Gedung Santi Graha.
Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesbangpol Kota Denpasar menggelar sosialisasi pencegahan penyakit masyarakat di Kota Denpasar Selasa (6/11). Acara ini dibuka secara resmi oleh Seketaris Kesbangpol Denpasar I Wayan Wirawan di Gedung Santi Graha.
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com – Pencegahan berbagai penyakit menular di Kota Denpasar seperti HIV/AIDS maupun penggunaan narkotika, maka  Pemerintah Kota Denpasar melalui Badan Kesbangpol Kota Denpasar menggelar sosialisasi pencegahan penyakit masyarakat di Kota Denpasar Selasa (6/11). Acara ini dibuka secara resmi oleh Seketaris Kesbangpol Denpasar I Wayan Wirawan di Gedung Santi Graha.

Dalam kesempatan itu Wirawan mengatakan, penyakit masyarakat (Pekat) adalah hal-hal atau perbuatan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat yang meresahkan masyarakat serta tidak sesuai dengan aturan agama dan adat serta tata krama kesopanan. Karenanya, kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan mengingat banyak permasalahan di masyarakat khususnya akibat pergaulan bebas yang menyebabakan penyakit masyarakat (HIV, AIDS, Narkotika). ‘’Untuk mengantisipasi hal-hal yang timbul akibat pergaulan bebas maka lebih dini Badan Kesbangpol mengadakan suatu kegiatan yang bersifat pencegahan yang diberikan kepada masyarakat,’’ ujar Wirawan.

Lebih lanjut ia mengatakan, kegiatan ini sekaligus sebagai langkah awal dalam mewujudkan program pembangunan dibidang sosial sehingga masyarakat peka dan selalu tanggap dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.  Mengingat penyakit masyarakat merupakan perilaku menyimpang yang terjadi dalam sosial masyarakat. Bentuk-bentuk penyimpangan tersebut apabila terus berkembang akan menyebabkan timbulnya penyakit sosial yang dalam masyarakat. Beberapa penyakit sosial yang bisa ditemukan dimasyarakat salah satunya narkotika, obat-obata terlarang dan minuman keras.

Dengan demikian program ini sangat tepat untuk terus dilaksanakan mengingat jumlah warga yang mendapat pemahaman sosialisasi ini masih terbatas, sehingga program pemerintah Kota Denpasar menuju kota kondusif dan berbudaya secara bertahap dapat diwujudkan. Ia juga mengatakan kegiatan ini sesungguhnya memiliki makna strategis seiring dengan meningkatnya masalah-masalah sosial di masyarakat diantaranya terjadinya seks bebas, pelecehan seksual, sampai prostitusi online yang meresahkan masyarakat disekitarnya.

Sementara Ketua Panitia sekaligus Kabid Ketahanan Ekososbud Ormas AA Gede Raka Wiadnyana mengatakan, kegiatan ini untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat tentang pengertian serta upaya untuk pencegahan dari pada penyakit masyarakat tersebut. Sehingga dalam kegiatan ini pihaknya melibatkan 100 orang pemilik Panti Pijat, Salon serta tokoh masyarakat yang ada diwilayah Kota Denpasar

Untuk materi yang disampaikan  kepada peserta adalah tentang tentang bahaya penyakit HIV/AIDS yang disampaikan dari Dinas Kesehatan Kota Denpasar, tentang narkoba disampaikan Badan Narkotika Nasional Kota Denpasar, Penanggulangan Gepeng dan PSK/ Prostitusi  dari Polresta Denpasar dan ketertiban umum dari Satpol PP Kota Denpasar, (rls/bpn/min).

Advertisement

Tinggalkan Komentar...