Pemaparan Ranpergub Energi Bersik di Wiswa Sabha Utama, (11/6).
Pemaparan Ranpergub Energi Bersik di Wiswa Sabha Utama, (11/6).
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com-
Bali diperkirakan akan mengalami krisis energi listrik lima tahun kedepan, Untuk itu Pemerintah Provinsi Bali sudah berancang ancang menyusun Ranpergub (Rancangan Peraturan Gubernur) tentang energi bersih.

Mewakili Gubernur Bali, I.B Setiawan
selaku Kepala Seksi Tehnik Energi Tenaga Listrik Dinas Tenaga Kerja dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bali mengatakan, seluruh partisipan sepakat dan mendukung. Disamping perlu adanyan catatan penyempurnaan.

“Sebetulnya penormaan hukum potensi yang ada di Bali, narasinya disesuaikan RTRW Provinsi,” jelasnya usai konsultasi atau uji publik beberapa materi dari draf Ranpergub tentang energi bersih, Selasa (11/6).

Dikatakan Setiawan, berdasarkan hasil peninjauan dari Kementrian Enwrgi Sumber Daya Mineral (ESDM) pusat, di Bali terkait energi tersebut potensinya ada. Namun masih dalam tahap studi kelayakan, yang nantinya akan ditindak lanjuti. Mengenai lokasinya secara umum berletak di kawasan Buleleng tepatnya Banyuwedang.

“Berdasarkan dari pusat ada tiga potensi yang berada di Bali yaitu kawasan Bedugul, Banyuwedang, dan Kintamani,”imbuhnya.

Energi Panas Bumi dimaksud yang berlokasi di Banyuwedang, Batur, dan diluar kawasan Bedugul, baru sebatas kajian pusat sebagai fakta dilapangan, pasalnya ada potensi panas itu ada panas bumi.

“Berdasarkan latar belakang untuk penambahan kapasitas energi di Bali, diperkirakan pada tahun 2021-2023 Bali mengalami krisis. Disamping itu juga mengurangi penguran BBM, yang paling bisa untuk merubah adalah energi gas.
Estimasi tahun 2021 kebutuhan energi listrik mencapai 1500 mega watt, sedangkan energi yang aktif 900 mega watt, kita kekurangan 600 mega watt, paparnya.

Dalam kesempatan yang sama General Manager PLN Unit Induk Distribusi Bali, Nyoman Suwarjoni Astawa mengatakan, tentu kebijakan ini sejalan visi- misi Gubernur Bali ” Nangun Sat Kerti loka Bali, sesuai industri Wisata andalan di Bali. Pihaknya tidak ingin Bali akan ditinggalkan karena isu lingkungan.

“Kami berharap Pergub memberi win-win kepada stakeholder, berharap pembangunan Solar panel adalah pembangkit listrik yang menggunakan sel surya Solar Photovoltaic, (PV) untuk mengubah sinar radiasi matahari menjadi energi listrik, tidak membebani masyarakat sebagai contoh, memasang menguntungkan jangka pendek sebagai investasi pengurangan pembiayaan listrik, jangka panjang meninggalkan lingkungan lebih bersih kepada anak cucu kita”jelasnya.

Terkait jaminan PLN, sudah ada Peraturan Menteri (Permen) tidak mungkin akan menolak, nantinya akan diakomodir PLN, menyatu dengan jaringan, skema dihargai 65% dengan tarif fisibel.

Lebih jauh pihaknya mengungkapkan ini merupakan investasi besar ekonomi tertentu, kedepan dengan Pergub ini, mampu memberi insentif pemberian kredit bunga rendah kepada pemasangan PV.

“PLN mendukung program Gubernur tentang pemanfaatan energi bersih, agar semakin cepat penambahannya, pungkasnya.(bud/bpn/tim).