Sabtu, Februari 24, 2024
BerandaJembranaAntisipasi PMK di Jembrana, Forkopimda Periksa Kesehatan Hewan

Antisipasi PMK di Jembrana, Forkopimda Periksa Kesehatan Hewan

JEMBRANA, balipuspanewa.com- Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) membuat mengkhawatirkan. Sehingga langkah antisipasi perlu dilakukan. Seperti Jumat (20/5/2022) dimana Kapolres Jembrana, AKBP Dewa Gde Juliana bersama Wakil Bupati, I Gede Ngurah Patriana Krisna dan Forkopimda melakukan pengawasan dan pemeriksaan kesehatan hewan di UD. Sumbersari Desa Candikusuma, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

“Kami bersama bapak kapolres ingin melihat langsung kondisi riil dipeternakan. Kita ingin tahu sekaligus memetakan langkah antisipasi agar kasus itu tidak masuk Ke Bali. Kendati hingga saat ini belum ditemukan ternak warga yang terjangkit penyakit ini,” ujar wabup didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan I Wayan Sutama, serta Kepala Dinas Kesehatan Dr. Made Dwipayana.

Menurutnya, pemerintah daerah melakukan antisipasi agar Virus PMK ini tidak masuk ke Bali.

“Memang kita butuh kerja keras agar penyakit ini tidak bisa masuk Bali. Pencegahannya kita lakukan senistasi kepada ternak, dilakukannya pemeriksaan dan pembatasan hewan-hewan yang masuk ke Bali lebih intensif lagi serta perlu juga melakukan penanggulangan seperti karantina,” terangnya.

Wabup akan berkoordinasi dengan provinsi terkait penyediaan vaksin hewan. Sehingga ketika nantinya virus PMK ini muncul tidak menyebar luas.

BACA :  Pemkab Bangli Gelar Rapat Bimtek Inovasi Daerah Tahun 2024

“Sebelum itu terjadi kita akan berkoordinasi ke provinsi bagaimana menyediakan vaksin kepada hewan ini lebih cepat, karena kendala utama penanganan PMK hari ini adalah masi belum tersedianya vaksin yang memadai,” tandasnya.

Dilain kesempatan Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, pihaknya akan mendukung penuh langkah-langkah yang akan dilakukan pemerintah daerah untuk mengantisipasi virus PMK ini.

“Kami dari pihak Kepolisian sesuai dengan petunjuk Mabes Polri untuk memantau memonitor berkaitan dengan PMK yang ada di wilayah masing-masing. Kita mendukung penuh langkah apa yang dilakukan daerah khususnya di Jembrana sehingga kita bisa berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan juga peternak kemudian pengguna jasa angkutan untuk bisa sama-sama mengantisipasi hal ini,” terang Kapolres Jembrana.

Kapolres Jembrana berharap agar virus PMK yang menyerang hewan ternak ini tidak sampai masuk ke Bali dengan langkah langkah yang sudah dilakukan.

“Kita berharap tidak ada penyakit PMK ini yang masuk ke Bali dan kita menjaga peternak kita untuk bisa terus beternak, ini akan kita jaga terus. Jadi mudah-mudahan ini tidak terjadi, langkah-langkah antisitatif sudah dilaksanakan oleh dinas terkait dan berkoordinasi juga dengan karantina sehingga ini bisa kita jaga bersama sama,” jelasnya.

BACA :  Stabilitasi Pasokan dan Harga Jelang Hari Raya, Pemkab Gianyar Gelar GPM

Lebih lanjut AKBP I Dewa Gde Juliana menghimbau kepada peternak agar merawat ternak peliharanya dengan baik serta menghimbau agar peternak tidak memasukan hewan ternak melalui jalur ilegal untuk menghindari pemeriksaan.

“Saya menghimbau juga kepada masyarakat baik itu yang kelompok ternak maupun yang memiliki ternak pribadi ini betul-betul harus dijaga, jangan ada upaya upaya untuk memasukkan hewan ternak dari jalur jalur yang ilegal, karena ini juga akan merugikan peternak-peternak yang lain.

Jadi mudah-mudahan himbauan ini bisa ditaati bersama sehingga kita betul-betul bisa menjaga Bali untuk tetap sebagai wilayah tidak terkonfirmasi virus PMK ini,” tegasnya.

Dilain sisi pemilik ternak UD Sumber Sari, Gede Gunawantika mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah antisipatif dengan melakukan semprot desinfektan kepada hewan ternak. Termasuk pembersihan kandang, dan pemberian vitamin pada sapi yang tampak tidak sehat.

Kendati demikian Gede Gunawantika mengaku dirinya sangat terganggu dengan adanya virus ini karena pengiriman sapi miliknya tidak bisa dilakukan.

“Saya selaku pengusaha atau pengepul sapi antar pulau biasanya kirim ke Kalimantan-Jakarta, rata-rata perbulan itu saya bisa kirim 400 ekor, dengan adanya PMK ini saya sama sekali tidak bisa bekerja, tidak bisa mengirim sapi lagi,”keluhnya.

BACA :  Desa Adat Sanur dan Intaran Terima Barang Milik Negara

Gede Gunawantika berharap pemerintah dapat bisa segera mencari solusi untuk peternak peternak yang ada di Bali khusunya di Jembrana agar bisa dapat beroperasi normal.

“Harapan besar saya atas nama petani ternak bali, besar kiranya mengharapkan pemerintah untuk bisa memberikan solusi apapun itu bentuknya apakah vaksin, apakah itu diizinkan melintas khususnya di Jawa Timur, karena pasar penyerapan sapi Bali terbesar di Indonesia ini adalah Jakarta, jalan satu satunya untuk ke Jakarta itu melintas di Jawa Timur sedangkan himbauan dari pemerintah tidak diizinkan sapi Bali ini melintas di Jawa Timur,” harapnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular