Apes, Seribu Bibit Ayam Petelor Mati Terendam Banjir di Selat

- Advertisement -
- Advertisement -

KARANGASEM, balipuspanews.com– Nasib apes dialami oleh I Nyoman Putu, lebih dari seribu ekor bibit ayam petelor peliharaannya mati akibat terendam banjir yang menggenangi kandang ayamnya di wilayah Banjar Pegubugan, Desa Duda, Kecamatan Selat, Karangasem pada Senin (17/10/2022) pagi.

Ditemui media ini dikandang ayamnya, pria asal Banjar Dinas Geriana Kauh, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem itu nampak masih tidak percaya sebagian besar bibit ayam yang baru dipeliharanya sekitar 14 hari tersebut telah mati.

Bersama dengan istrinya Ni Wayan Kantun, Nyoman Putu nampak merawat sisa bibit ayam yang berhasil diselamatkan dari musibah banjir tersebut.

“Ya, hanya segini yang bisa diselamatkan, dari 1600 ekor, mungkin hanya 400 ekoran,” ujar Nyoman Putu.

Ia mengaku baru mencoba memelihara ayam setahun terakhir ini, berbekal permodalan dari kredit usaha rakyat (KUR) yang ia akses.

Namun nasib belum berpihak padanya, derasnya aliran banjir yang mengalir dijalan sebelah kandangnya meringsek masuk kedalam kandang dan merendam seluruh bibit ayam yang berada didalam kandang seluas 3 are tersebut.

BACA :  Bupati Sanjaya Buka Pangkung Karung Kite Festival III, Tabanan Didorong Jadi Pusat Berkumpulnya Berbagai Komunitas

“Sekitar jam 3 pagi saya dan istri masih disini, saya lihat aliran banjir sudah mulai membesar, saya langsung pergi dari kandang bersama istri, nah sekitar jam 4 pagi saya bermaksud menengok, namun karena debit air semakin besar saya tidak jadi ke kandang,” kata Putu.

Derasnya aliran banjir tersebut, diduga terjadi karena alur sungai yang mengalir disebelah barat kandangnya tersumbat material, sehingga air meluap dan mengalir kejalan hingga masuk kedalam kandang.

Akibat kejadian tersebut, Nyoman Putu mengaku mengalami kerugian hingga 70 juta untuk modal ayamnya saja, sedangkan jika dihitung hingg ke kandang dan pakan yang terendam ditaksir mencapai 100 juta.

Atas kondisi ini, ia berharap ada perhatian atau bantuan dari pemerintah terkait untuk meringankan bebannya. Ditengah situasi saat ini sangat sulit mencari pekerjaan sehingga ia dan istri memberanikan dini untuk membuat usaha pembesaran bibit ayam petelor.

Penulis: Gede Suartawan

Editor: Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular