Apes, Tertimpa Kelapa, Buruh Angkut Tewas

Pohon kelapa yang buahnya menimpa korban
Pohon kelapa yang buahnya menimpa korban

JEMBRANA, balipuspanews.com – Bermaksud mengambil buah kelapa muda yang diturunkan dari pohonnya, malah menjadi petaka bagi Ni Made Artini 38, warga banjar Yehbuah, desa Yehembang Kauh, Mendoyo itu tewas, akibat tertimpa buah kelapa.

Naas yang dialami buruh angkut buah kelapa itu berawal dari, I Gst Pt Wijana, 55, warga banjar Yehbuah, membeli buah kelapa muda di kebun milik Ni Komang Dwi Yuniari Artarini di banjar Yehbuah. Sekitar pukul 08.30 I Gst Agung Made Rai,43,
yang bertugas memetik kelapa mulai memanjat pohon kelapa yang buahnya akan dipetik.

Karena yang dipetik adalah buah kelapa muda, maka agar tidak pecah setelah tandanya dipotong lalu diturunkan dengan tali. Sampai dibawah, Artini yang menjadi buruh angkut lalu mengambil buah kelapa muda itu. Dari sekian pohon yang dipetik sampai hampir selesai memetik kelapa muda, tidak ada masalah.

Tetapi saat di pohon yang dipetik terakhir ketika Artini mendekati pohon untuk menunggu buah kelapa yang diturunkan, tiba-tiba salah satu buah yang baru dipetik akan diturunkan terlepas dan jatuh menimpa Artini.

Tertimpa buah kelapa dari ketinggian sekitar 10 meter yang lepas diduga tertekan atau tergesek tali yang dipakai menurunkan buah kelapa muda tersebut.

Artini berteriak kesakitan. Mendengar teriakan Artini itu, I Gst Putu Wijaya langsung berlari menghampiri Artini untuk memberikan pertolongan. Lalu dia menghubungi keponakannya untuk meminjam mobil yang akan dipergunakan membawa Artini ke Puskesmas.

Saat dibawa ke Puskesmas kondisi Artini dalam keadaan lemas dan mengeluh sakit.
Setelah di Puskesmas Artini diperiksa dan disarankan untuk diobservasi selama dua jam, namun karena Artini muntah darah, pihak Puskesmas langsung merujuk korban ke Rumah Sakit Umum Negara.
Sampai di IGD RSUD Negara sekira pukul 14.00 wita korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

“Korban saat sampai di UGD RSUD Negara sudah meninggal dan jenazahnya kemudian dibawa ke rumah duka,” ujar Kapolsek Mendoyo Kompol Made Karsa saat dikonfirmasi.

Menurut keterangan keluarga, korban pernah dioperasi di bagian kepala karena adanya penggumpalan darah di kepala akibat terjatuh dari sepeda motor.

“Atas kejadian tersebut pihak keluarga mengikhlaskan kematian korban,” ucapnya.

Penulis : Anom

Editor : Oka Suryawan