Aplikasi Smart yang Diterapkan Desa Duda Timur, Karangasem Masuk 10 Besar Nominasi Keterbukaan Informasi Publik

Aplikasi smart yang diterapkan Desa Duda Timur masuk 10 besar nominasi keterbukaan publik
Aplikasi smart yang diterapkan Desa Duda Timur masuk 10 besar nominasi keterbukaan publik

KARANGASEM, balipuspanews.com– Aplikasi smart desa yang diterapkan Desa Duda Timur, Kabupaten Karangasem masuk nominasi 10 besar nasional. Aplikasi tersebut memberi gambaran adanya keterbukaan informasi publik di tingkat desa.

Menariknya, Desa Duda Timur menjadi satu-satunya desa perwakilan dari Provinsi Bali yang berhasil masuk nominasi 10 besar dalam event kedua yang diselenggarakan Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Desa dan Bappenas setelah melalui penilaian dan seleksi ketat bersama desa-desa lainnya perwakilan dari 29 provinsi di seluruh Indonesia.

“Awalnya kami lakukan penilaian terhadap desa-desa perwakilan dari 29 provinsi yang mengirimkan, setelah dapat nominasi 10 besar kemudian kembali dilakukan penilaian untuk menentukan posisinya sebelum dilakukan penganugrahan pada 8 Desember 2022 mendatang,” ujar Komisioner Komisi Informasi Pusat, Syawaludin selaku tim penilai pendalaman visitasi evaluasi dan apresiasi desa dalam pelaksanaan keterbukaan informasi publik desa tahun 2022 saat hadir di Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, Kamis (24/11/2022).

Baca Juga :  Penentuan Capres KIB Berpengaruh pada Dinamika Peta Politik Nasional

Selain Komisioner Komisi Informasi Pusat, juga hadi Plt Direktur Politik dan Komunikasi Bappenas, Drs. Wariki Sutikno sebagai tim penilai. Untuk proses penilaiannya sendiri 80 persen dari hasil verifikasi seleksi dan 20 persen ditentukan dari persentasi saat pendalaman evaluasi.

“Sebelumnya skor Desa Duda Timur jika sekitar 72 persen, diharapkan saat persentasi mudah mudahan penentuan 20 persennya bisa mendapat nilai maksimal,” imbuh Syawaludin.

Sementara itu, Kadis PMD Provinsi Bali, Putu Anom Agustina dalam sambutannya mengatakan, dengan konsep pelayanan kepada masyarakat desa berbasis digital tentu keterbukaan informasi bisa dilaksanakan dan itulah yang dilakukan oleh Desa Duda Timur.

“Desa Duda Timur berbasis digital dalam memberikan pelayanan kepada mayarakat, tidak hanya terbatas bisa diakses di wilayah desa atau skala provinsi saja, namun bisa diakses hingga mencangkup nasional, ” kata Agustina.

Baca Juga :  Curi Miras, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Diantaranya Ada Masih Dibawah Umur

Menurut Agustina, Desa Duda Timur mulai mengarah berbasis digital sejak tahun 2017 silam, namun yang menjadi nilai plusnya yaitu lebih kepada cara Desa Duda Timur berinovasi dengan kondisi APBDes yang tidak begitu besar mampu berinovasi melalui inisiatif dan trobosan berbasis digital tersebut.

“Inilah kelebihannya, dengan inisiatif sehingga program smart desa ini bisa dilaksanakan dengan baik, selain itu banyak desa juga datang studi banding ke Duda Timur untuk bisa mencari informasi terkait dengan layanan digital ini,” ujarnya.

Bagi Agustina, Desa Duda Timur ini ibaratnya ayam jago yang memang diyakini akan mampu bersaing dengan perwakilan desa dari provinsi lainnya, dan alhasil berhasil masuk kedalam nominasi 10 besar.

Baca Juga :  98 Orang Calon PPK Perebutkan 25 Kuota

“Semoga melalui ini apa yang telah di lakukan bisa disempurnakan kembali, mudah-mudahan juga bis jadi yang terbaik nasional sehingga bisa menjadi panutan bagi desa-desa lainnya khususnya di Bali, ” terang Agustina.

Penulis: Gede Suartawan

Editor: Oka Suryawan