Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews. com- Keberadaan mini market kini menjamur hingga ke desa-desa, kali ini sebuah muncul  mini market yang dirintis orang lokal bali yang siap meramaikan pasar di pulau dewata. Namanya Apple Mart, mini market ini berbeda dengan mini market-mini market lain yang sudah duluan punya nama besar yang muncul secara sporadis di Bali.

Apple Mart kini muncul dengan konsep memadukan retail dan kafe sehingga sangat cocok sebagai tempat kongko-kongko.

Usaha yang dirintis Gede Suardana pemuda asal Buleleng itu bermul dari sebuah mini market kecil di Buleleng sejak tahun 2012. Namun kini sudah mulai merambah ke kota Denpasar, bahkan tengah melakukan penjajakan untuk membuka usaha yang sama di kabupaten-kabupaten lain.

“Komitmen Apple Mart untuk menjadi usaha rintisan milik orang Bali yang memiliki konsep simple dan modern. Saya berkeyakinan usaha ini akan mampu bersanding dengan usaha modern lainnya yang telah ada di Indonesia,” kata Owner Apple Mart Gede Suardana saat melakukan “soft opening” usahannya di jalan Ahmad Yani Utara, Denpasar, Senin (24/9/2018).

Apple Mart adalah sebuah konsep usaha baru yang memadukan retail dan kafe yang menyajikan menu makanan sederhana namun kerkualitas tinggi, seperti juice, salad buah, smoothie Fruit Bowl, bubur, pisang goreng, dan aneka makanan ringan lainnya.

“makanan yang disajikan adalah bagian dari gaya hidup sehat masyarakat sehingga mudah diterima,” kata Suardana yang  lahir dari seorang ibu pedagang di Pasar Seririt.

Sejak dirintis, Apple Mart merupakan usaha kecil yang ada di Buleleng, Bali Utara. Usaha ini berkembang dengan pesat karena memiliki konsep yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan, baik anak muda, dewasa, dan orang tua.

“Masyarakat senang dengan gaya hidup sehat dan menyukai tempat nongkrong yang simple dan asyik,” ujar Suardana.

Suardana berharap Apple Mart menjadi usaha rintisan yang bisa berkembang pesat sesuai dengan gaya hidup masyarakat Bali dan Indonesia. “Setelah diterima dengan baik di Singaraja, semoga mendapat respon positif dari masyarakat Denpasar,” harapnya.

Tidak hanya itu dia juga mengaku beberapa koleganya seperti di Tabanan, Karangasem, Gianyar, dan daerah lain sudah siap untuk bekerjasama mengembangkan apple mart.

“Ini sesuatu yang luar biasa guna meningkatkan income masyarakat lokal kita, paling tidak niatan untuk merintis usaha sudah ada tinggal bagaimana kita mengkolaborasikan potensi yang ada sehingga orang Bali tidak menjadi penonton di daerahnya sendiri,” ucap Suardana yang juga alumni KMHDI ini. (rls/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...