Arena Tajen Buleleng Digerebek Polda Bali, Bapak dan Anak Dijebloskan ke Penjara

Arena tajen di Desa Madenan, Tejakula, Buleleng, diobok-obok pasukan Resmob Ditreskrimum Polda Bali, pada Kamis (14/01/2021)
Arena tajen di Desa Madenan, Tejakula, Buleleng, diobok-obok pasukan Resmob Ditreskrimum Polda Bali, pada Kamis (14/01/2021)

DENPASAR, balipuspanews.com – Arena tajen di Desa Madenan, Tejakula, Buleleng, diobok-obok pasukan Resmob Ditreskrimum Polda Bali, pada Kamis (14/01/2021). Sebanyak 10 orang bebotoh diamankan dan dan 5 diantaranya berstatus tersangka.

Selain itu, Polisi juga mengamankan bapak dan anak yang ikut menggelar tajen tersebut. Kini keduanya ditahan di rutan Mapolda Bali.

Menurut Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Pol Djuhandani Raharjo Puro didampingi Kabid Humas Kombes Pol. Syamsi, ke 5 orang tersangka itu masing-masing, GS,45, sebagai penyelenggara dan anaknya berinisial KEA,14, status pelajar.

Pelajar ini ditugaskan oleh bapaknya bertugas sebagai pemungut uang setoran. Kemudian, INR,56, sebagai pekembar, IKM,38, dan GM,44, sebagai saye (wasit).

Dijelaskannya, penggerebekan ini lakukan  Resmob Ditreskrimum Polda Bali dipimpin Kanit Kompol Made Adhiguna, pada Kamis (14/01/2021) sekitar pukul 13.00 Wita.

Penggerebekan ini dilaksanakan terkait masuknya laporan masyarakat yang resah adanya tajen yang bisa menimbulkan kerumunan massa di tengah pandemi.

“Wabah Covid-19 saat ini sudah meroket  di Bali. Untuk itu kami melakukan penindakan pendisplinan karena adanya kerumunan di arena tajen tersebut,” tegasnya.

Dari penggerebekan arena tajen tersebut, Tim Resmob menemukan adanya kerumunan massa dan diperkirakan berjumlah 300 orang. Terungkap, di arena tersebut digelar tajen besar-besaran.

“Dari penggerebekan kami mengamankan 10 orang dan setelah diperiksa 5 orang berstatus tersangka. Mereka sudah kami tahan,” ujar Kombes Djuhandani.

Sementara barang bukti yang diamankan dalam penggerebekan itu yakni 35 ekor ayam aduan, satu terpal, blakas, spanduk pengumuman, handuk, lima gulung benang, 20 plaster, satu kurungan ayam, uang Rp. 6,9 juta.

Perwira melati tiga dipundak itu menegaskan para tersangka dijerat Pasal 303 KUHP tentang perjudian, Pasal 2 Undang-undang RI Nomor 7 Tahun 1974, Pasal 93 dan 9 Undang-undang RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang karantina kesehatan.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan