Ketum KONI Buleleng, Drs. Nyoman Artha Widnyana saat menerima KJB Award 2019 di gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja bekas Pelabuhan Buleleng.

SINGARAJA, balipuspanews.com — Ketua Umum KONI Buleleng, Drs.Nyoman Artha Widnyana dianugerahi KJB Award 2019. Pria akrab disapa Mang Awik ini memang tak asing bagi para jurnalis di Buleleng ataupun wartawan khusus olahraga ditingkat propinsi. Sederet komitmen, dedikasi dan loyalitasnya dalam memberikan akses informasi khususnya untuk kemajuan olahraga di Buleleng memang tak perlu diragukan lagi.

 

Selain itu, mantan Dirut PDAM Buleleng yang kini menjabat Dirut Yeh Buleleng ini dinilai sangat terbuka dengan jurnalis. Kedekatannya dengan jurnalis tak hanya saat menjabat Dirut PDAM Buleleng. Saat mantan Ketua Pengkab Pelti Buleleng ini terpilih secara aklamasi menahkodai KONI Buleleng periode 2013-2017 juga tak pernah luput berdiskusi dengan para jurnalis saat Buleleng menjadi tuan rumah porprop 2015. Pun ketika dipercaya memimpin KONI Buleleng masa bhakti 2017-2021. Kiprahnya pun kian tertantang saat memimpin ratusan atlet dan official Buleleng dalam ajang porprop Bali 2019 lalu di Tabanan. Rasa jengah turun rangking saat Porprop Bali 2017 di Gianyar, membuat Mang Awik bertekad untuk mengembalikan rangking tiga yang pernah direnggut tuan rumah Gianyar melaluj tagline “Raih Medali bukan Melali” pada Porprop Bali 2019 di Tabanan.

 

Tak sampai disitu, Mang Awik juga melontarkan statmen cukup mengejutkan. Kala itu ia berjanji siap mundur jika target rangking tiga (3) tak tercapai.

 

“Berkat dukungan dan semangat pengurus masing-masing pengkab, kita berhasil meraih sesuai target, artinya semuanya masih sayang dengan KONI Buleleng,” kata Mang Awik saat menerima KJB Award 2019 dari Presiden KJB, Ketut Wiratmaja Jumat (20/12) serangkaian Diskusi Akhir Tahun di Gedung Mr. I Gusti Ketut Pudja.

Mang Awik mengaku tak pernah berpikir untuk mendapat award dari para jurnalis, lantaram menurutnya masih banyak tokoh yang lebih layak untuk mendapatkannya. Namun demikian, jika memang dia dianggap layak untuk mendapatkannya, Mang Awik pun mengucap terima kasih dan akan selalu berusaha untuk menjalin hubungan yang baik dan harmonis dengan para jurnalis.

 

“Saya tak ada pamrih, ini semata-semata semangat untuk kemajuan olahraga di Bumi Panji Sakti,” tutupnya.

 

Komunitas Jurnalis Buleleng setiap tahunnya rutin menggelar acara diskusi. Kali ini diskusi mengambil Tema “Singaraja-Kota Pusaka?” dengan menghadirkan beragam nara sumber dan peserta diskusi.