Wapub. Kembang Hartawan saat memimpin apel.
Wapub. Kembang Hartawan saat memimpin apel.
sewa motor matic murah dibali

NEGARA, balipuspanews.com- Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat memang memudahkan orang untuk melakukan apa saja. Namun dalam memanfaatkan media sosial harus bijak dan cerdas.

Penegasan itu disampaikan Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan memimpin apel kordinasi rutin Pemkab Jembrana, di Lapangan Taman Pecangakan, Senin pagi (26/8).

Kepada pimpinan OPD serta ASN Jembrana. Kembang menekankan pentingnya sinergi dalam menjaga citra /image pemerintah diera digital saat ini. Dikatakan Kembang, image institusi tidak terlepas dari image personal ditempat bekerja. Sehingga untuk menjaga citra pemerintah menjadi tanggung jawab bersama, mulai dari pimpinan tertinggi sampai staf terbawah.

“Kesempatan ini saya ingin mengajak bapak ibu ASN menggunakan media sosial secara bijak dan cerdas. Gunakan medsos untuk kemajuan dan perubahan, membangun branding serta citra positif pemerintah daerah, “ ujarnya.

Teknologi informasi diera digital sekarang ini menurutnya seperti pisau bermata dua. “Jadi kalau tepat menggunakan akan berdampak positif. Sebaliknya jika salah akan berdampak fatal, malah menjadi preseden buruk dan menghilangkan kepercayaan masyarakat, “ tandasnya.

Ditambahkannya, dukungan sederhana dari ASN bisa disumbangkan dengan menjadi pribadi bijak dalam bermedia sosial. Caranya dengan tidak memposting hal-hal yang merugikan institusi, memposting saat galau atau emosi , atau membagikan informasi yang belum jelas atau salah.

“Terlebih lagi kegiatan yang tidak tepat itu diposting saat jam kantor berlangsung , dengan masih menggunakan seragam pegawai. Penilaian masyarakat pun akan berbeda,”tegasnya.

Hal-hal seperti itu lebih banyak negatif daripada manfaat yang bisa diambil. Jejak digital seseorang dimedia sosial juga sangat mudah terpantau. Diberbagai perusahaaan juga kata Kembang mulai merekrut karyawan dengan melihat akun media sosial sebagai seleksi awal. Tindakan itu untuk mengetahui karakter calon karyawannya.

“Jadi mulailah dari sekarang. Kalaupun ada yang sudah terlanjur, segera hapus dan hentikan. Lebih baik dukung pemerintah daerah dengan mensosialisasikan program dan kebijakan melalui medsos masing-masing. Itu lebih bermanfaat, “ tandasnya.

Wabup Kembang juga sempat menyampaikan pentingnya strategi branding pemerintah di era digital. Branding menurutnya, tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan besar saja, namun lingkup pemerintah pun juga harus memahami.

Strategi branding yang tepat kata Kembang, akan membentuk citra yang baik, sekaligus memposisikan diri agar dikenal masyarakat .

“Kita sudah punya beberapa saluran media komunikasi digital yang harus dimanfaatkan. Ada website pemerintah, videotron, sosial media resmi , tinggal dimaksimalkan. Ujungnya nanti untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah,”pungkasnya. (nm/bpn/tim)