SINGARAJA, balipuspanews.com — Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkup sekretariat daerah (Setda) Kabputen Buleleng menjalani tes urin. Tes urine yang dilakukan oleh BNNK Buleleng ini, bertujuan untuk mencegah peredaran narkotika di kalangan pegawai.
Data dihimpun, sedikitnya, 20 orang pegawai yang terdiri dari 16 orang staf, 2 orang kepala bagian, 1 orang kepala sub bagian dan 1 asisten ini dipanggil acak dan langsung menuju tempat pengambilan urin dengan didampingi langsung oleh Kepala BNNK Buleleng AKBP Gede Astawa, Selasa (22/10).
Gede Astawa mengungkapkan bahwa belakangan ini sering terjadi penyalahgunaan Narkoba di kalangan pegawai. Sehingga dengan adanya tes urin yang dilakukan hari ini menjadi salah satu bentuk upaya dalam mencegah terjadinya peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di instansi pemerintah.
“Saat ini ancaman Narkoba sudah menyasar kesemua kalangan, tidak hanya dikalangan pejabat melainkan juga mengancam para aparat penegak hukum dan pegawai pemerintah,” kata Astawa.
Mengingat para pegawai ini adalah para pelayan publik yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat dan hendaknya dapat memberikan contoh yang positif pula kepada masyarakat.
“Jika dari kalangan pegawai sudah bersih, selanjutnya di kalangan masyarakatpun harus demikian,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra menyambut baik kegiatan tes urin yang dilakukan oleh BNNK Buleleng ini, dan tanpa berfikir lama dirinya berkenan pula untuk mengikuti test tersebut.
Sutjidra mengungkapkan bahwa dari 19 orang yang telah dicek urinnya tadi, tidak ditemukan adanya indikasi penggunaan obat-obatan terlarang ataupun sejenisnya.
“Selanjutnya, nanti di beberapa SKPD juga akan dilakukan tes yang sama dan menyasar kepada seluruh komponen baik para pejabat dan staf juga,” singkatnya.



