Minggu, Mei 19, 2024
BerandaDenpasarAspirasi Forum ke Dewan, Rai Warsa: Kalau Ada Pendelegasian Pasti Diterima

Aspirasi Forum ke Dewan, Rai Warsa: Kalau Ada Pendelegasian Pasti Diterima

DENPASAR, balipuspanews.com – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali I Made Rai Warsa tidak mengetahui adanya masyarakat ingin menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat hari ini, Kamis (2/6/2022).

Penyampaian aspirasi yang mengatasnamakan Forum Komunikasi Peduli Pendidikan Bali akhirnya batal bertemu dewan karena tidak ada satu pun dewan yang menerima aspirasi saat itu.

Rai Warsa yang dikonfirmasi balipuspanews.com menyatakan apakah sudah bersurat atau belum ke sekretariat sebelumnya. Pasalnya kalau sudah bersurat dan ada pendelegasian dari pimpinan pasti ada yang bakal menerima aspirasi masyarakat tersebut.

Politisi PDIP ini menambahkan, apalagi dirinya yang duduk di komisi IV yang membidangi pendidikan pasti akan hadir jika ada pendelegasian untuk menerima aspirasi dari masyarakat.

“Kalau sudah bersurat saya rasa pasti aspirasinya diterima. Kalau suratnya masuk pasti ada pendelegasian dari Ketua. Kalau Ketua berhalangan ada tiga wakil atau komisi yang membidangi pendidikan dalam hal ini komisi IV,” terangnya.

Menyoal aspirasi yang ingin disampaikam Forum terkait sistem pemerimaan siswa di SMA Bali Mandara yang berubah tidak lagi berbasis asrama dan diperuntukkan siswa miskin saja, Rai Warsa menampik bukan masalah tidak menampung siswa miskin. Namun, soal kebijakan pemerintah Provinsi Bali dipandang sudah menunjukkan keadilan.

BACA :  Mahfuz Sidik: Indonesia Perlu Segera Menyatukan Negara-negara Muslim dan Elite Palestina Demi Terwujudnya Negara Palestina

Pemerintah, lanjut Rai Warsa, ingin memberikan keadilan kepada seluruh masyarakat Bali. Pemerintah juga tidak memutus hak siswa untuk mengenyam pendidikan Sekolah Menengah Atas.

Terkait masyarakat atau forum yang protes atas kebijakan pemerintah tersebut, kata dia sah- sah saja. Namun harus diketahui secara menyeluruh dan mendapatkan informasi yang tidak sepotong-sepotong alias tidak tuntas.

Seperti diketahui, jumlah siswa miskin di Bali banyak, belasan ribu. Jadi sedemikian banyak yang harus diperhatikan Pemerintah, bukan Bali Mandara saja. Kalau berbicara adil semua harus diperhatikan.

“Awalnya saya kaget setelah mendapatkan informasi dari Kadisdik Bali terkait jumlah siswa miskin di Bali jumlahnya itu belasan ribu,” pungkasnya.

Penulis: Budiarta

Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -
TS Poll - Loading poll ...

Most Popular