28.7 C
Denpasar
22/05/2022, 10:08 PM
advertisementspot_img
BulelengAstaga !! Sakit Mata Diobati Tetes Telinga, Yasa Nyaris Alami Kebutaan

Astaga !! Sakit Mata Diobati Tetes Telinga, Yasa Nyaris Alami Kebutaan

balipuspanews google news

Singaraja, balipuspanews.com – Dunia kesehatan di Kabupaten Buleleng kembali tercoreng lantaran kecerobohan yang dilakukan oleh oknum dokter yang bekerja di Puskesmas Buleleng III, Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng.

Akibat keteledoran tersebut, seorang pria bernama Ketut Yasa (58) nyaris mengalami kebutaan, lantaran obat yang diberikan tidak sesuai dengan keluhan alias salah obat.

Ironisnya, kesalahan fatal yang dilakukan dokter umum Puskesmas Buleleng III bernama dr. Gede Sudi Martana merupakan kejadian kedua kalinya.

Diceritakan Yasa, keluhan sakit pada bagian matanya itu sejatinya mulai ia rasakan sejak Selasa (2/5) lalu. Saat tengah mengendarai motor, matanya tiba-tiba terkena serpihan pasir, yang berasal dari sebuah truk, yang kebetulan melintas tepat di depannya.
Karena rasa perih pada bagian matanya tak kunjung hilang, akhirnya Yasa mencoba untuk memeriksakan kondisinya itu ke Puskesmas Bulelelng III, pada Rabu (3/5).

“Saat itu saya baru saja pulang dari sembahyang. Tidak pakai helm hanya pakai udeng. Mata saya tiba-tiba kemasukkan pasir dari truk yang melintas di depan. Saya coba berobat ke Puskesmas ini, karena saya pakai BPJS,” katanya saat ditemui di Puskesmas Buleleng III, pada Kamis (4/5) kemarin.

Lanjut dia, saat melakukan pemeriksaan untuk pertama kalinya, dr. Martana sudah memberikan obat yang salah. Bukannya memberikan obat tetes mata, dokter yang bekerja selama kurang lebih lima tahun di Puskesmas Buleleng III ini malah memberikan obat tetes telinga. Nahas, kesalahan pemberian obat ini baru diketahui oleh Yasa saat dirinya sudah berada di rumah.

Baca Juga :  Bhabinkamtibmas dan Forum Sipandu Beradat, Sidak Pemukiman Padat Penduduk

“Saya baru sadar salah diberi obat itu saat berada di rumah. Saya pikir obat tetes telinga itu bisa dipakai untuk mata juga. Saat saya coba untuk meneteskan ke mata, perihnya luar biasa. Mata saya menjadi semakin merah dan sakit,” imbuh Yasa.

Tak terima dengan kondisi yang menimpanya itu, Yasa kembali mendatangi Puskesmas Buleleng III, dan bertemu secara langsung dengan dr. Martana.

“Saya tanya kepada dokter itu (dr Martana-red). Dok, ini betul obat untuk tetes mata? Lalu dokter itu menjawab lho kok ini yang dikasih. Dokter itu kemdian memberikan obat lain. Dan dia bilang obat yang sebelumnya dikasih itu tidak berbahaya, hanya sebagai pelicin,” ungkap Yasa.

Berbekal obat pengganti, Yasa kembali ke rumahnya. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat obat ke dua yang diberikan oleh dr. Martana lagi-lagi merupakan obat yang salah. Dokter tersebut kembali memberikan pria yang tinggal di jalan Pulau Irian, Desa Penglatan, Kabupaten Buleleng inj dengan obat tetes telinga namun dengan dosis dan merk yang berbeda.

Baca Juga :  Gandeng BPBD Denpasar, SMP Nasional Gelar Sosialisasi dan Simulasi Kebencanaan

“Saya tidak cek lagi. Karena waktu itu tidak bawa kacamata. Sampai di rumah, kok obat tetes telinga lagi yang dikasih. Ya saya pikir memang ada obat khusus untuk telinga yang merangkap sebagai obat tetes mata. Saya coba lagi, dan rasanya benar-benar perih,” jelasnya.

Seusai meneteskan obat yang ke dua, kondisi Yasa semakin memprihatinkan. Dalam keadaan sempoyongan, keluarganya kemudian melarikan Yasa ke tempat praktik dr. Sekarsari yang merupakan dokter spesialis mata di Kota Singaraja. Kepada Yasa, dokter yang akrab disapa dr. Sekar ini menegaskan jika obat dengan merk Chloramphenicol 3 Persen – Tetes Telinga ini tidak dapat digunakan untuk mata.

“Dalam keadaan sempoyongan, saya akhirnya berobat ke tempat praktik dr. Sekar. Lalu dr. Sekar menegaskan bahwa obat ini ini tidak bisa dipakai untuk mata,” aku Yasa.

Atas kejadian yang menimpanya ini, pada Kamis (4/5) Yasa pun mengajukan protes.

“Saya hanya ingin agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Sebagai umat beragama saya sudah memaafkan. Namun jika terjadi masalah pada penglihatan saya (buta) saya akan tempuh jalur hukum,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Buleleng III dr. Dewa Merta Suteja mengaku sudah meminta maaf kepada Yasa, atas keteledoran yang dilakukan oleh stafnya.

Baca Juga :  Tiga Kendaraan Kecelakaan Beruntun, Pemicunya dari Mobil Pick-up

“Kami sudah meminta maaf. Lalu yang bersangkutan juga sudah dikonsuktasikan ke dr Sekar. Dan hasilnya, kondisi mata pasien masih bagus. Ini menjadi pelajaran buat kami kedepannya untuk memberikan pelayanan yang lebih baik lagi. Yang bertugas kan ada banyak, pertama apotik yang kedua poliklinik. dr. Martana yang memberikan resep,” ujar dr. Suteja.

Saat ditanyai seandainya pasien (Yasa-red) tidak segera memeriksakan kondisinya ke dokter spesialis mata dan tetap memilih untuk menggunakan obat tetes telinga pemberian dr. Martana, apakah pasien bisa mengalami kebutaan? dr. Suteja menjawab tergantung pada pemakaian. “Kita tidak bisa berandai-andai. Dalam kasus ini yang bersangkutan cepat dikosultasikan ke spesialis mata. Tergantung banyak atau sedikitnya dia memakai obat itu. Kalau terus dipakai, pasti ada efek samping. Potensi untuk sembuh ada. Dia hanya mengalami iritasi biasa,” tutupnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia Cabang Buleleng, dr Putu Sudarsana mengatakan, jika dirinya bulum mengetahui secara jelas kronologi dari kejadian tersebut. Namun dirinya berjanji akan segera memamggil dr. Martana, untuk mengetahui secara pasti di mana letak kesalahannya.

“Ada obat yang saat diucapkan memang mirip-mirip. Kami akan komunikasikan dulu. Apakah yang salah dokternya atau apotekernya. Kalau terbukti salah, ya kami akan lakukan pembinaan,” singkatnya.

- Advertisement -
- Advertisment -

Terpopuler

Balipuspanews TV
Video thumbnail
Jajaran Pemerintah Kabupaten Buleleng Mengucapkan Selamat Hari Suci Idul Fitri 1443 Hijriah
01:09
Video thumbnail
Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Karangasem Masih Stabil
01:11
Video thumbnail
Pelaku Illegal Logging Ditangkap Petugas TNBB
01:29
Video thumbnail
Memasuki Bulan Ramadhan, Kunjungan Wisatawan ke Desa Penglipuran Menurun
01:23
Video thumbnail
Tahap Perbaikan, Pelabuhan Padangbai Hanya Operasikan Satu Dermaga
01:27
Video thumbnail
Wujudkan Keselamatan Mudik Lebaran, Dishub Denpasar Cek Kondisi Angkutan
02:26
Video thumbnail
Nikahi Wanita Pujaan, Tersangka Narkoba Dikawal Ketat Polisi
03:03
Video thumbnail
Panen Raya, Karangasem Semakin Menggeliat Jadi Sentra Kapas
03:58
Video thumbnail
Jelang Arus Mudik, Sejumlah SPBU di Jembrana Diperiksa
02:41
Video thumbnail
Denpasar Akan Jadi Pilot Project Transisi Energi Bersih
02:29
Video thumbnail
Diserbu Pembeli, Agen Migor Curah di Pasar Negara Kehabisan Stok
01:42
Video thumbnail
Stok Solar untuk Nelayan Mulai Aman
02:17
Video thumbnail
Megangsingan Diinstruksikan Jadi Agenda Rutin Kepariwisataan
03:19
Video thumbnail
Kasus Gigitan Anjing Rabies Terus Bertambah, Vaksinasi Digencarkan di Zona Merah
01:47
Video thumbnail
Desa Adat Gerokgak Segera Buat Upacara Pasca Sejumlah Makam Dirusak Misterius
02:47
Video thumbnail
Kue “Hati” yang Dibagikan kepada Siswa SMP di Gianyar Negatif Narkoba
03:14
Video thumbnail
Orang Tak Dikenal Bagikan Kue ke Anak Sekolah Viral di Medsos, Polisi Lakukan Pengecekan
02:09
Video thumbnail
Percetakan Terbakar, Api Hanguskan Ribuan Naskah Ujian SD dan SMP se Kabupaten Buleleng
03:27
Video thumbnail
Pertamina Buka Suara Terkait Pasokan Pertalite dan Solar
03:07
Video thumbnail
Covid 19 Melandai, Kasus DBD Melonjak di Karangasem
01:34
Video thumbnail
449 Ribu Lebih Unit Motor di Bali Nunggak Pajak
03:32
Video thumbnail
PTM di Buleleng Dimulai Lagi, Sejumlah Sekolah Masih Terapkan PTM Terbatas
02:09
Video thumbnail
BBM Naik, Pertalite Mulai Langka di Gianyar
01:34
Video thumbnail
April 2022, Sebagian Besar Wilayah Karangasem Diperkirakan Memasuki Awal Musim Kemarau
02:04
Video thumbnail
Harga Minyak Curah di Karangasem Merangkak Naik
01:13
Video thumbnail
Selama Tiga Bulan, Kasus Gigitan Anjing Rabies di Jembrana Tertinggi di Bali
01:24
Video thumbnail
Erick Thohir Minta Fasilitas UMKM Lokal Diperluas di Pelabuhan Sanur
02:13
Video thumbnail
Sembahyang ke Pura Besakih Kena Retribusi, Ini Penjelasan Pengelola
02:30
Video thumbnail
Harga Lebih Murah, Warga Rela Antre Beli Migor Curah
01:09
Video thumbnail
Hujan Deras di Desa Mayong, Jalan Utama Sebagian Ambles Tergerus Longsor
01:49
Video thumbnail
Warga Korban Banjir di Desa Pengambengan Mulai Mengeluh Gatal gatal
02:07
Video thumbnail
Masyarakat yang Ikut Vaksinasi dan Bawa Sampah Plastik, Dapat Sembako
02:54
Video thumbnail
Bangkitkan Heritage City Tour, Sejumlah Dokar Gratis Disediakan di Denpasar
02:06
Video thumbnail
Vaksinasi Booster Masih Rendah, Buleleng Terus Kejar Target
02:31
Video thumbnail
BOR di Rumah Sakit Kabupaten Buleleng 1,72 persen
01:52
Video thumbnail
Presiden Jokowi Terima Pebalap MotoGP di Istana Merdeka
02:28
Video thumbnail
Desa Beraban dan Dauh Peken, Tabanan Ditetapkan Sebagai Desa Ramah Perempuan & Peduli Anak Bersinar
03:49
Video thumbnail
Tanah dan Air Suci dari Pura Pusering Jagat untuk IKN Nusantara Disaksikan Jokowi
03:57
Video thumbnail
Denpasar Targetkan Cakupan Vaksinasi Booster Capai 50 Persen di April 2022
02:33
Video thumbnail
Seluruh RTH Dibuka, Masyarakat Diimbau Jangan Lengah Prokes
01:32
Video thumbnail
Bookingan Kamar Hotel Penonton Moto GP Mandalika di Karangasem Terancam Batal
01:32
Video thumbnail
PTM di Buleleng Masih Dibatasi 50 Persen
01:45
Video thumbnail
Ribuan Lebih Produk Bernilai Puluhan Juta Hasil Penindakan Loka Pom Dimusnahkan
02:37
Video thumbnail
Pendakian Lewat Jalur Pura Pasar Agung Dilarang Jelang Piodalan Purnama Kedasa
01:29
Video thumbnail
Isoter Asrama Undiksha Ditutup
01:52
Video thumbnail
Kasus Terus Melandai, Vaksinasi Booster di Buleleng Terus Digencarkan
01:49
Video thumbnail
Genjot Vaksinasi Booster, Pemkab Jembrana Juga Sediakan Hadiah Menarik
02:26
Video thumbnail
Volume Sampah di Denpasar Meningkat 20 Persen Pasca Nyepi
02:32
Video thumbnail
PPKM Luar Jawa Bali Diperpanjang 1 14 Maret 2022 di 320 Daerah Level 3
01:57
Video thumbnail
Ratusan Personil Kebersihan Disiagakan Saat Malam Pengerupukan
01:33
Member of