Kamis, Juni 20, 2024
BerandaBulelengAsyik Ngefly di Lokapaksa, Buronan Narkoba Dibekuk

Asyik Ngefly di Lokapaksa, Buronan Narkoba Dibekuk

SINGARAJA, balipuspanews.com — Pelarian buronan terpidana kasus narkoba Kejaksaan Negeri Buleleng, Made Yuda Putra alias Yuda(38) akhirnya berakhir. Pria tinggal di Banjar Cerik, Desa Pangkungparuk, Kecamatan Seririt, ditangkap di Desa Lokapaksa, pada Senin (2/3) sekitar pukul 19.45 WITA.

 

Buronan Yuda dibekuk bersama dengan sepupunya Putu Kisnawan alias Tukis saat asyik ngeply pesta sabu-sabu oleh Tim Itelenjen Kejari Buleleng bersama Satuan Reserse Narkoba (Reskoba) Polres Buleleng. Ketika digebrek, petugas menemukan 7 paket jenis sabu-sabu, timbangan sabu-sabu dan alat hisap bong.

 

Sekedar diketahui, Made Yuda Putra alias Yuda masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah keluarnya putusan Makahmah Agung Republik Indonesia nomor : 1213 K/Pid.sus/2019 tanggal 26 Juni 2019. Dimana isi putusan menolak permohonan kasasi dari pemohon kasasi penuntut pada Kejaksaan Negeri Buleleng. Memperbaiki putusan  Pengadilan Tinggi Denpasar nomor : 57/Pid.Sus/2018/PT.DPS tanggal 13 Desember 2018 yang menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Singaraja nomor : 165/Pid.Sus/2018/PN.SGR tanggal 18 Oktober 2018.

 

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Buleleng, Nur Chusniah mengatakan, ditangkapnya DPO Yuda oleh Tim Intelejen Kejari Buleleng bersama Satres Narkoba Polres Buleleng melaksanakan eksekusi putusan Makamah Agung. Saat ditangkap DPO Yuda diketahui sedang memakai sabu bersama sepupunya Putu Kisnawan alias Tukis di rumahnya.

BACA :  Penghijauan di Puncak Landep, BMI Buleleng Tanam Pohon Langka

 

“DPO Yuda selanjutnya akan diserahkan ke Lapas Buleleng. Sedangkan Tukis penanganan diserahkan ke Polres Buleleng,” kata Kejari Nur Chusniah.

 

Mengapa terpidana Yuda menjadi DPO Kejari Buleleng?

 

Kejari Nur Chusniah mengaku, ada keterlambatan penerimaan putusan dari Makamah Agung yang seharus lebih cepat terima pihaknya.

 

“Diputus 26 Juni 2019, tetapi diterima 12 Juli 2019. Sedangkan penahanan habis 30 Juni 2019. Sehingga terpidana Yuda harus keluar demi hukum. Dari putusan Makamah Agung akhirnya kami lakukan penangkapan terhadap DPO Yuda,” terangnya.

 

Imbuh Kejari Nur Chusniah, upaya membekuk DPO Yuda sudah berulang kali dilakukan pihaknya, namun tak pernah berhasil. DPO Yuda lebih lihai dan mengetahui gerak gerik dari petugas.

 

“Kami sudah tangkap. Seminggu yang lalu DPO sempat akan dibekuk, namun kabur,” ungkapnya.

 

Perkara DPO Yuda ditangkap saat menggunakan sabu, maka selanjutnya akan diproses dengan BAP baru.

 

“Kasus lama tetap tetap kami eksekusi, perkara baru karena DPO ditangani penyidik dari Polres Buleleng,” imbuhnya.

BACA :  Buleleng Fashion Festival Siap Digelar Dispar Untuk Dukung Ekonomi Kreatif

 

Nah, untuk vonis DPO Yuda dari Makamah Agung dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan dan pidana denda sebesar Rp 800 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti pidana penjara selama 2 bulan.

 

“Vonis dari Makamah Agung besarnya jauh lebih besar dengan tuntutan kami diputus di PN dan PT dengan ancaman penjara selama 5 tahun, namun DPO melakukan banding terhadap perkaranya,” tuturnya.

 

Sementara, Kasat Narkoba Polres Buleleng AKP I Made Derawi menjelaskan, DPO Yuda sejauh ini pihaknya belum menentukan pelaku sebagai pengedar, meski saat dibekuk ditemukan barang bukti berupa timbangan dan sejumlah paket sabu. Sebelumnya DPO Yuda dengan sangkaan pasal sebagai pemakai pada kasus narkotika tahun 2017 lalu.

 

DPO Yuda mengaku menggunakan sabu sudah sejak lama. Pria yang bekerja sebagai buruh bangunan beralasan menggunakan sabu karena stres dengan sang istri.

 

Lanjut Yuda, sabu dibeli dengan cara sistem tempel seharga Rp 500 ribu perpaketnya secara patungan.

 

“Saya tak mau cerai, tetapi dia menceraikan saya. Kemudian istri nikah lagi membuat saya stress,” katanya.

BACA :  Mobile Intellectual Property Clinic Diadakan di Buleleng, Fokus Konsultasi Kekayaan Intelektual
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular