14/08/2020, 10:33 AM
Beranda Bali Buleleng Atasi Banjir Perkotaan, Pemkab Buleleng Segera Bikin Sodetan

Atasi Banjir Perkotaan, Pemkab Buleleng Segera Bikin Sodetan

SINGARAJA, balipuspanews.com –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng segera melakukan langkah secara sistematis penanganan bencana di Buleleng, khususnya bencana disebabkan oleh faktor kelalaian manusia.

 

Nah, rancangan upaya sistematis dilakukan mengingat Buleleng sering mengalami bencana saat musim hujan mengakibatkan banjir.

 

Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana menyampaikan hal tersebut saat penyerahan bantuan paket beras kepada sejumlah warga korban banjir di Desa Kalisada, Kecamatan Seririt, Senin (25/3).

 

Menurutnya, upaya sistematis dimaksud adalah dengan mengatasi sumber masalah dari hulu sampai ke hilir lantaran bencana banjir yang terjadi di Buleleng setiap musim hujan itu, tidak lepas dari faktor campur tangan oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab.

 

Seperti halnya galian ilegal di sekitar aliran Tukad Banyu Raras yang melintasi desa Banjarasem, Pangkungparuk, serta Kalisada. Galian ilegal itu, akhirnya menyebabkan longsoran material ke aliran sungai, hingga mengakibatkan waled atau endapan.

 

“Buktinya, banjir yang menggenangi ratusan  rumah di Kalisada ini. Ya, bencana ini tidak terlepas dari adanya galian ilegal di sekitar aliran Tukad Banyu Raras yang melintasi desa Banjarasem, Pangkungparuk, dan Kalisada,” ungkapnya.

 

Pun begitu dengan banjir yang terjadi di kawasan kota Singaraja, tak terlepas dari kurang pedulinya masyarakat. Mereka tanpa sadar mempersempit saluran air, sehingga debit air yang besar di bagian hulu tidak mampu tertampung di hilir.

 

“Bagi saya adalah bukan hanya sekedar datang, meninjau, lalu menyerahkan bantuan. Terpenting itu, bagaimana menyelesaikan persoalannya ini kedepan secara sistematis dan tuntas,” tegasnya.

 

Melihat fakta tersebut, ia sudah memerintahkan Kepala Dinas PUPR Buleleng untuk segera membuat kajian secara menyeluruh, terutama yang berkaitan dengan penanganan banjir di perkotaan. Untuk banjir bandang yang sering menerjang aliran-aliran sungai sehingga menyebabkan tergenangnya perumahan warga di sekitarnya, Dinas PUPR bersama instansi terkait juga diminta untuk menghentikan aksi penambangan atau penebangan pohon ilegal di hutan-hutan yang termasuk DAS.

 

“Nanti akan disurvei apa penyebabnya. Kalau ada aliran yang waled atau yang tertutup akan kami selesaikan. Mudah-mudahan persoalan (banjir) ini tidak terulang lagi,” harapnya.

 

Kembali soal penanganan banjir di perkotaan, kedepan segera dibuatkan sodetan untuk mengurangi potensi banjir di kota Singaraja. Dengan demikian, secara bertahap banjir di kota Singaraja dapat teratasi.

 

Sementara, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Buleleng, Ida Bagus Suadnyana mengakui telah terjadi bencana di beberapa titik di Buleleng akibat hujan deras, Sabtu (24/3) lalu.

 

Khusus di Desa Kalisada, tercatat 146 rumah terendam banjir, dengan ketinggian air mencapai 70 hingga 100 Centimeter.

 

“Selain itu, dilaporkan ada 5 ekor dan 500 ekor itik yang hanyut. Satu unit sepeda motor milik warga juga hanyut,” ujar Kalak Suadnyana.

Bupati Suradnyana menyerahkan paket beras sebanyak 146 paket, didampingi Kadis Sosial I Gede Sandhiyasa, Kepala Pelaksana BPBD Ida Bagus Suadnyana, dan Kepala Dinas PUPR Ketut Suparta Wijaya.

Menghilang dari Rumah, Korban Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai

GIANYAR, balipuspanews.com - Sempat hilang dari rumah, Ni Ketut Dani,49, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai Subak Sudimara, Lingkungan Sema, Kelurahan Bitera,...

Status Tersangka, Ribuan Orang Tanda-tangan Petisi Bebaskan Jerinx SID yang Ditahan di Polda Bali

DENPASAR, balipuspanews.com - Penahanan pengebuk drum Superman Is Dead Gede Ari Astina alias Jetinx SID di Polda Bali menggoncangkan dunia maya. Ribuan orang menandatangi...