Atasi Maraknya Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, Menteri Bintang: Kita Bergerak Bersama

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga. (dok. Biro humas KemenPPPA)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga. (dok. Biro humas KemenPPPA)

JAKARTA, balipuspanews.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga menilai keberadaan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) menjadi sangat penting mengingat banyaknya kasus kekerasan yang dialami perempuan dan anak Indonesia. Menteri Bintang mengatakan hal ini menjadi ‘alarm’ dan peringatan bagi kita bersama untuk bergerak dan bersinergi bersama dalam upaya memberikan yang terbaik melalui pencegahan, penanganan, pelayanan terbaik, dan pemberian keadilan kepada korban.

“Saat ini, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak masih banyak terjadi. Setiap ada kasus di daerah, kami langsung berkoordinasi dengan daerah, baik dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) maupun aparat penegak hukum untuk dapat segera menindaklanjuti kasus tersebut. Miris memang dengan semakin banyak dan beragamnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Mari kita bergandengan tangan, merapatkan barisan, dan bersinergi untuk bersama-sama memberikan perlindungan terbaik untuk seluruh perempuan dan anak Indonesia,” tutur Menteri Bintang saat melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Lampung, (30/11).

Baca Juga :  HUT ke-77 RI, 67 Napi Kelas II B Klungkung Dapat Remisi

Menteri Bintang menambahkan selain pemenuhan hak anak, yang tidak kalah penting juga upaya memberikan perlindungan terhadap anak dari segala bentuk kekerasan. Ia menekankan pentingnya memberikan efek jera pada pelaku kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan memberikan hukuman yang seberat-beratnya kepada pelaku.

Kemen PPPA juga melakukan berbagai upaya dalam pemenuhan hak anak, salah satunya dengan inisiasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA). Menteri Bintang menilai kehadiran RBRA sangatlah penting bagi anak, mengingat mereka membutuhkan tempat untuk bermain dan beraktivitas yang aman, nyaman, terlindungi dari kekerasan, diskriminasi, dan hal membahayakan lainnya. Apalagi dengan banyaknya kasus kekerasan terhadap anak, RBRA diharapkan dapat menjamin keselamatan dan keamanan anak, aksesibilitas anak untuk bermain tanpa ada diskriminasi, sehingga anak memiliki tempat bermain untuk melepaskan kegundahan dan kesedihannya sesuai kebutuhan natural anak.

Baca Juga :  Memperingati HUT RI ke-77, Lagu Indonesia Raya Berkumandang di Bandara Ngurah Rai

“RBRA juga diharapkan dapat mengoptimalkan tumbuh kembang anak, baik secara fisik, psikis, intelektual, sosial, moral, emosional, dan pengembangan bahasa mereka. Semoga setelah pandemi Covid-19 berakhir, kondisi ini dapat terus membaik sehingga kita semua bisa memberikan kesempatan bagi anak dan memenuhi hak mereka secara optimal untuk bermain dan melakukan interaksi sosial. Saya mengapresiasi Pemerintah Daerah Kota Metro, maupun seluruh pihak terkait yang telah mengupayakan dan menjamin proses pemenuhan kebutuhan bermain bagi anak melalui penyediaan RBRA. Saya juga ingin mengucapkan selamat kepada Kota Metro Taman Mulyojati yang telah menjalankan proses standarisasi dan mendapatkan peringkat Nindya,” kata Menteri Bintang saat mengunjungi RBRA Taman Mulyo Jati, Lampung untuk melihat aktivitas anak-anak yang bermain di taman pada akhir pekan.

Baca Juga :  Bupati Buleleng Harapkan Kondisi Lebih Stabil Pasca Pandemi Covid-19

Selain mengunjungi RBRA Taman Mulyo Jati, Menteri Bintang mengunjungi sekaligus meresmikan Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) GAHARU Kota Metro yang sudah melakukan standardisasi sehingga mendapatkan peringkat Madya. Menteri Bintang juga menyaksikan Penandatanganan Maklumat Layanan dari PUSPAGA GAHARU dan Penandatanganan Deklarasi Sekolah Ramah Anak (SRA) SLB Insan Madani Kota Metro.

Penulis/editor : Ivan Iskandaria.