Awal Tahun 2019, Gubernur Koster Terbitkan Pergub Untungkan Petani

70
Gubernur Bali I Wayan Koster saat menyambangi hasil pertanian lokal di Wantilan Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Senin (7/1).

BANGLI, balipuspanews.com – Langkah baru yang dilakukan Pemerintah Provinsi Bali diawal tahun 2019 untuk melindungi para petani, melalui tangan Gubernur Bali I Wayan Koster mengeluarkan kebijakan strategis berupa Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 99 Tahun 2018 tentang Pemasaran dan Pemanfaatan Produk Pertanian, Perikanan dan Industri Lokal Bali yang bertujuan untuk memberikan kepastian harga jual terhadap produk pertanian, perikanan, dan industri lokal Bali.

Selain itu, pergub ini juga akan mengatur tata niaga produk pertanian, perikanan, dan industri lokal Bali yang berpihak kepada masyarakat Bali, meningkatkan kuantitas, kualitas dan kontinuitas produksi sehingga meningkatkan lapangan kerja, meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Wayan Koster mengatakan Pergub ini bertujuan untuk menjadi panduan dalam memberikan kepastian dan kesinambungan dalam pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri Lokal Bali.

Hal ini disampaikannya pada acara Sosialisasi dan Peresmian Implementasi Pergub No 99 Tahun 2018 di Desa Pengotan, Kabupaten Bangli. Senin (7/1).

Sosialisasi ini dihadiri oleh Wagub Cok Ace, Sekda Dewa Indra, Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Kepala OJK Regional 8 dan stakeholders di bidang pariwisata dan pertanian yang mengapresiasi positif kehadiran Pergub yang berpihak kepada rakyat ini.

Gubernur mengatakan peraturan ini sesuai dengan visi ”Nangun Sat Kertih Loka Bali” dengan misi mewujudkan kemandirian pangan, meningkatkan nilai tambah dan daya saing pertanian, perikanan dan industri kerajinan rakyat.

”Oleh karena itu, antara pariwisata dengan pertanian harus dipertemukan, diberdayakan dan disinergikan sebagai strategi dalam membangun perekonomian Bali guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani, nelayan, dan pelaku serta pegiat industri lokal Bali, “kata Gubernur Koster.

Salah satu yang diatur dalam Pergub ini adalah mewajibkan Toko Swalayan membeli dan menjual dengan besaran masing-masing produk tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan serta peternakan paling sedikit 60 % dari total volume produk yang dipasarkan. Selain itu produk perikanan lokal Bali dan industri lokal Bali paling sedikit 30 % dari total volume produk yang dipasarkan. Pergub ini juga mewajibkan Hotel, restoran, katering dan toko swalayan bermitra dengan petani, UMKM dan koperasi.

“Untuk memastikan pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali agar dapat berjalan dengan baik maka Pemerintah Provinsi Bali akan melakukan pembinaan dan pengawasan dengan membentuk Tim yang anggotanya dari unsur instansi vertikal, perangkat daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota, akademisi dan asosiasi,” papar Koster.

Dalam melaksanakan Peraturan Gubernur tersebut, Pemerintah Provinsi Bali akan memfasilitasi para petani dan pengerajin meliputi sarana prasarana, akses pembiayaan, pembinaan merek, kemasan dan label, penyelenggaraan promosi, penyelenggaran temu usaha, penyelenggaraan festival tematik, Bimbingan teknis bagi petani dan pelaku UMKM dan/atau penyediaan informasi pasar. (bud/bpn/team)

Caption: Gubernur Bali I Wayan Koster saat menyambangi hasil pertanian lokal di Wantilan Desa Pengotan, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli. Senin (7/1).

Loading...