Senin, Oktober 26, 2020
Beranda Bali Denpasar Awali Bali New Normal dengan Wisata Alam dan Pertanian

Awali Bali New Normal dengan Wisata Alam dan Pertanian

- Advertisement -

DENPASAR, balipuspanews.com – Wacana Bali New Normal setelah Bali terpuruk akibat pandemik corona disikapi beragam oleh warga Bali. Seperti disampaikan wirausaha muda I Gede Agus Weda Wiguna kepada balipuspanews.com, Kamis (28/5/2020).

Menurutnya, kondisi saat ini dan kedepan, pariwisata yang bakal menggeliat yaitu kembali ke alam atau back to nature. Pariwisata alam secara tidak langsung bisa menghidupkan sektor pertanian

Pria yang akrab disapa Jagir itu menyebutkan, selain pertanian dan alam, tidak mengesampingkan pariwisata pada umumnya. Dirinya melihat, Bali kaya akan alam yang indah, asri, dan tidak kalah dengan panorama pantainya.

Sementara sektor pertanian, sambung Jagir, dalam situasi corona ini tidak begitu signifikan mengalami goncangan. Ia menyebut tidak ada petani yang melarat saat ini, minimal untuk konsumsi sendiri cukup, dan selebihnya bisa dijual.

Dalam pertanian yang menggeliat saat ini, perlu dikembangkan dengan sistem pertanian milenial. Milenial dimaksud yaitu pertanian organik.

Ia melihat pertanian organik ini, tentu akan menghasilkan income yang berlipat jauh dengan hasil pertanian yang masih menggunakan berbahan kimia.

“ Kalau mau bertani, bertanilah yang milenial, yaitu bertani organik,” jelas pria pemilik Jagir Printing dan Advertising.

Jagir menuturkan, dirinya jauh sebelum corona mewabah sudah melirik dan terjun langsung pada sektor pariwisata berbasis alam, yang kini sedang digarap di kawasan Bedugul dan Singaraja.

Selain memang karena kecintaannya terhadap alam, dirinya juga melihat peluang yang patut digarap serius menyongsong Bali New Normal di mana pariwisata alam akan menjadi pilihan terhadap wisatawan yang masih ingin dan memiliki rasa kecintaannya terhadap Bali.

“Jika benar Bali new normal perlahan berjalan, yang paling penting tetap mengedepankan protokol kesehatan, untuk menekan penyebaran corona dengan kebiasaan menggunakan masker,” Pendapat Jagir ini juga sejalan dengan wacana Wakil Gibernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati saat mengelar Webinar dengan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan RI Dr. Achmad Yurianto yang diselenggarakan oleh Badan Litbang Kabupaten Badung, pada Rabu (27/5/2020).

Dalam Webinar Wagub yang akrab dipanggil Cok Ace itu menyampaikan daya tarik wisatawan terhadap budaya Bali mencapai 65 persen, wisata alam 30 persen dan wisata buatan 5 persen.

Namun, dengan adanya pandemi ini, maka tidak mungkin untuk menampilkan budaya seperti tari-tarian dan beberapa pertunjukan lainnya.

Untuk itu, Pemprov Bali akan mengacu pada option kedua yaitu mengedepankan daya tarik alam, dimana alam juga terdapat dinilai khasanah budaya yang dapat menarik hati para wisatawan. Untuk itu, diharapkan promosi Bali kedepannya dapat berjalan dengan lancar.

PENULIS : Budiarta

EDITOR : Oka Suryawan

- Advertisement -

Diduga Sopir Mengantuk, Mobil Pick Up Oleng Seruduk Mobil Avanza Parkir

BANGLI, balipuspanews.com – Akibat mengantuk dan hilang konsentrasi, mobil Pick Up bernopol DK 9670 KZ, yang dikendarai Kocong, 42, Pria asal Desa Songan B,...

Tak Hiraukan Teguran, Pabrik Penyulingan Daun Cengkeh Akhirnya Ditutup Paksa

Sebuah tempat usaha penyulingan daun cengkeh yang berada di Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada ditutup paksa oleh tim Satpol PP Kabupaten Buleleng. Hal itu dilakukan sebab pemilik tempat tidak menghiaraukan teguran petugas, sehingga Pol PP lalu bertindak tegas menutup paksa usaha penyulingan daun cengkeh yang beroperasi dan dianggap menimbulkan polusi udara.
Member of