bakal calon wakil bupati (bacawabup) Tabanan Dr. Drs. I Wayan Catra Yasa, MM
bakal calon wakil bupati (bacawabup) Tabanan Dr. Drs. I Wayan Catra Yasa, MM

TABANAN, balipuspanews.com – Seorang tokoh dunia pendidikan asal Tabanan yang juga merupakan salah satu bakal calon wakil bupati (bacawabup) Tabanan Dr. Drs. I Wayan Catra Yasa, MM., dipercaya sebagai Ketua Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Rsi (MGPSSR) Kepulauan Riau (Kepri). Sosok yang satu ini memang dikenal suka berorganisasi.

Dihubungi via aplikasi whatsapp pribadinya pada Jumat (24/1), pria kelahiran Banjar Poyan, Desa Luwus, Baturiti, Tabanan ini menyebutkan jabatan ketua MGPSSR Kepri ini merupakan jabatan keduanya yang akan berakhir pada tahun 2024 nanti. Posisi yang sama juga diembannya pada periode sebelumnya.

Dosen di pasca sarjana (S2) Manajemen Sumber Daya Manusia Universitas Batam yang juga pengelola (direktur) sebuah perusahaan ini mengatakan saat ini jumlah semeton Pasek di Kepri kurang lebih 800 jiwa. Baginya, jumlah ini terbilang sedikit dibandingkan dengan daerah lainnya.

Lebih jauh bacawabup yang telah mendaftar di Partai Nasdem ini menyebutkan program yang telah berjalan program yang biasa biasa saja. Yakni menjalin hubungan pesemetonan yang berkelanjutan. Termasuk juga bersama-sama umat menjadi pengempon pura Agung Amerta Bhuana di Batam. Tidak hanya itu, pada tahun 2014 silam pihaknya telah mengadakan seminar keagamaan dengan mengundang nara sumber Ida Pandita Mpu Acharyananda dari Bali yang mendapat sambutan antusias tidak saja dari warga Pasek tetapi juga umat Hindu secara umum.

“Kedepan kita memprioritaskan pembinaan SDM bagi warga Pasek agar semakin mampu menjawab tantangan dan harapan di era revolusi industri 4.0 melalui pelatihan dan workshop manajemen insani,” jelasnya.

Ia kemudian berharap agar pesemetonan Pasek di Tabanan maupun Bali agar semakin memperkokoh semangat bersatu untuk mewujudkan pesemetonan yang saling asah saling asih dan saling asuh. Menurutnya, menyama braya itu semakin diperkokoh agar mencapai kerahayuan, rahayu sangkan paraning dumadi.

Ditambahkannya, diera revolusi industri 4.0 tidak cukup hanya bersatu semata tetapi lebih dari itu diperlukan kekuatan membangun networking, jaringan kerja kepada generasi melenial sehingga terkoneksi saling mengisi kebutuhan antara orang tua dan anak muda. Sehingga tidak ada lagi pertentangan diantara, maka visi dan misi kehidupan pada akhirnya bisa terwujud.

“Tabanan memiliki warga Pasek yang lumayan banyak, jika potensi ini bisa disatukan maka akan menjadi energi besar untuk bersama-sama membangun Tabanan ke depan yg lebih baik,” tutupnya. (Rah/BPN/tim)