Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung I Nyoman Suardana saat koordinasi terkait budidaya ikan dengan staf teknis di Balai Benih Ikan di Baha beberapa waktu yang lalu.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung I Nyoman Suardana saat koordinasi terkait budidaya ikan dengan staf teknis di Balai Benih Ikan di Baha beberapa waktu yang lalu.

BADUNG, balipuspanews.com –  Guna meningkatkan ketahanan pangan dimasa pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Perikanan melakukan kegiatan ketahanan pangan berupa penebaran dan pemberian benih ikan secara gratis kepada kelompok pembudidaya ikan yang ada di Kabupaten Badung.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung I Nyoman Suardana, Rabu (1/7/2020) kemarin di Puspem Badung.

I Nyoman Suardana mengatakan benih ikan yang diberikan kepada kelompok pembudidaya ikan adalah ikan lele dan ikan nila karena ikan tersebut lebih bagus untuk dibudidayakan disaat situasi pandemi Covid-19.

“Jadi ikan lele dan ikan nila bagus untuk kita budidayakan disaat situasi Covid-19 saat ini. Dan kami di Pemerintah sudah siap memberikan benih ikan kepada kelompok pembudidaya ikan di Badung,” ucap Nyoman Suardana.

Pihaknya menerangkan, untuk stok ikan saat ini masih terbilang banyak, karena dalam perjalanan waktu induk ikan itu terus beranak. Sehingga anak ikan itu terus bertambah banyak dan siap untuk diberikan kepada kelompok pembudidaya ikan di Badung.

Selain itu, Dinas Perikanan Kabupaten Badung tidak hanya berhenti membudidayakan ikan lele dan ikan nila. Namun untuk kedepannya, Dinas Perikanan juga akan membudidayakan ikan Mujair dan ikan Patin untuk menambah stok pembudidaya ikan di Badung.

“Kalau saat ini stok yang ada, diperkirakan untuk ikan Nila ada sekitar 100.000 benih yang ada di Baha, sedangkan untuk ikan lele sekitar 60.000 benih,” terangnya seraya menambahkan dari target 2 juta benih di tahun 2020, sampai akhir Juni sudah terealisasi 1.370.000 benih yang ditebar ke kelompok masyarakat pembudidaya ikan.

Untuk mendapatkan benih ikan secara gratis, kelompok pembudidaya ikan harus mengajukan permohonan benih ikan ke Dinas Perikanan Kabupaten Badung.

Sehingga nanti akan dicek ke lapangan untuk kesiapan dari kelompok pembudidaya ikan tersebut.

“Kelompok-kelompok pembudidaya ikan yang ada di Badung yang terdaftar artinya ada kejelasan, membentuk kelompok, ini bisa dalam bentuk kelompok Desa Adat, Sekehe Teruna atau bisa terorganisir dan tidak perorangan,” ujarnya.

Pihaknya berharap kepada kelompok pembudidaya ikan yang sudah diberikan benih ikan agar memanfaatkan bantuan benih ikan tersebut secara baik, sehingga bila ikan sudah besar bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan kelompok itu sendiri dan juga bisa dikonsumsi.

“Harapan kami ke masyarakat, benih yang diberikan oleh Pemerintah Daerah khususnya Bapak Bupati dan Wakil Bupati agar dimanfaatkan secara optimal,” harapnya.

Nyoman Suardana juga mengingatkan kepada para nelayan di Kabupaten Badung agar memperhatikan cuaca saat melaut serta melengkapi diri dengan standart pelayaran.

Jangan sampai para nelayan nekat melaut disaat cuaca buruk. Yang mengakibatkan dapat membahayakan keselamatan para nelayan itu sendiri.

“Untuk nelayan dengan situasi kondisi sekarang cuaca tidak menentu agar tetap memperhatikan himbauan BMKG untuk keselamatan para nelayan,” imbuh mantan Kabag Umum ini. (*)

Penulis : Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami

Editor : Putu Artayasa

Facebook Comments