Ratusan tokoh yang terdiri dari tokoh puri dan para pengabih puri sajebag Bali menggelar paruman di Puri Gede Penebel, Tabanan.
Ratusan tokoh yang terdiri dari tokoh puri dan para pengabih puri sajebag Bali menggelar paruman di Puri Gede Penebel, Tabanan.

TABANAN, Balipuspanews.com – Ratusan tokoh yang terdiri dari tokoh puri dan para pengabih puri sajebag Bali menggelar paruman di Puri Gede Penebel, Tabanan. Paruman ini berlangsung pada Minggu (19/5) pagi hingga siang.

Adapun para tokoh puri tersebut diantaranya raja Tabanan Ida Cokorda Anglurah Tabanan dan raja Kelungkung. Selain itu hadir pula penglingsir Puri Pemecutan, Peliatan, Ubud, Puri Jro Kuta, Jembrana, Bangli, Buleleng dan para tokoh puri maupun pengabih puri sajebag Bali.

sewa motor matic murah dibali

Salah satu tokoh Puri Penebel selaku tuan rumah dr. IGNB. Mahayasa, Sp.,Kj., mengatakan, paruman ini dihadiri para penglingsir puri se-Bali dan para pengabihnya masing-masing. Adapun agendanya sebagai ajang untuk mempererat pasemetonan dan utamanya membahas program kerja untuk periode kepengurusan tahun 2019-2024.

Sementara sekretaris pengurus harian Paiketan Puri-Puri Sajebag Bali Anak Agung Ngurah Putra Darmanuraga memaparkan, terkait program kerja yang dibahas mencakup lima poin. Yakni tata organisasi, hubungan dengan pemerintah daerah, hubungan antar organisasi, pendanaan dan pusat kebudayaan.

Ia menjelaskan, program kerja tersebut akan direalisasikannya dalam lima tahapan kerja. Tahapan pada tahun pertama mencakup penyediaan sekretariat serta staf, sosialisasi ke puri-puri seluruh Bali dan membuat website.

“Tahun kedua akan difokuskan pada penggalangan dana dan mendukung program festival budaya atau royal dinner yang merupakan inisiatif dari puri-puri se-Bali,” ungkapnya.

Program tahun ketiga berupa lobi pemprov Bali dalam penyediaan fasilitas kepada organisasi untuk mendapat akses di pusat kebudayaan yang rencananya dibangun di Gunaksa, Klungkung. Program lainnya membentuk dewan kebudayaan yang beranggotakan tokoh-tokoh puri.

Ditambahkannya, ditahun keempat dan kelima akan direalisasikan masing-masing lima program. Ditahun keempat dewan kebudayaan akan mendata tim kesenian yang dimiliki puri-puri se-Bali dan membentuk event organizer atau impresariat agar bisa mengirim duta kesenian keberbagai event baik daerah, nasional maupun ke mancanegara.

“Ditahun terakhir kepengurusan akan dilakukan kerjasama dengan pihak terkait untuk pengembangan pariwisata budaya dan puri sebagai pusatnya. Program berikutnya berupa penganugerahan Bintang Budaya kepada para tokoh yang membantu puri sebagai pusat kebudayaan,” pungkasnya.

Paruman ini diakhiri dengan santap siang bersama dengan suasana yang penuh dengan nuansa kebersamaan. Sambil santap siang, para tokoh puri ini dihibur dengan lantunan tembang – tembang nostalgia oleh sebuah grup musik lokal. (rah/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...