Balapan Liar, Polisi Amankan 18 Sepeda Motor Bodong dan Brong

Ilustrasi balap liar. (Sumber : kabar6.com)
Ilustrasi balap liar. (Sumber : kabar6.com)

DENPASAR, balipuspanews.com – Sebanyak 18 unit sepeda motor berhasil diamankan personil Polsek Denpasar Selatan dalam sebuah razia di Jalan Raya Serangan dan Taman Pancing Denpasar Selatan, pada Sabtu (19/2/2022) malam.

Belasan motor tersebut diamankan dari lokasi kerumunan dan balapan liar anak muda yang kocar-kacir melarikan diri saat Polisi menggelar Operasi Yustisi Protokol Kesehatan.

Operasi ini dipimpin langsung Kapolsek Denpasar Selatan Kompol Gede Sudyatmaja dan belasan personilnya. Lokasi pertama yang disasar yakni Jalan Raya Serangan dimana saat itu puluhan anak muda sedang menggelar ajang trek-trekan.

Melihat Polisi datang, para remaja yang nongkrong sambil mabuk mabukan arak itu memilih kabur. Namun Polisi mengamankan 6 unit sepeda motor bodong, berknalpot brong dan tidak memiliki surat surat kendaraan.

“Ada 6 unit sepeda motor yang tidak dilengkapi surat surat dan knalpot brong semua diangkut,” beber Kapolsek.

Razia serupa dilakukan Tim Yustisi di kawasan Taman Pancing Desa Pemogan Denpasar Selatan. Lokasi yang jadi tempat tongkrongan anak muda saat malam mingguan ini dibubarkan Polisi. Di lokasi, Polisi mengamankan sedikitnya 12 unit sepeda motor dan dibawa ke Mako Polsek Denpasar Selatan.

Petugas sempat kewalahan mengangkut belasan motor tersebut dan akhirnya dibantu petugas Patroli Linmas Desa Pemogan.

Dalam keterangannya mantan Kapolsek Ubud ini mengatakan, operasi ini untuk mengantisipasi adanya gangguan kamtibmas dari aksi aksi kriminal yang dilakukan pada saat kumpul-kumpul anak muda hingga dinihari. Operasi ini juga untuk mengantisipasi balapan liar yang sudah sangat meresahkan warga.

“Kami antisipasi balapan liar anak muda biasanya berlangsung tengah malam dan cegah penyebaran Covid-19,” bebernya.

Sementara dalam kegiatan sosialisasi prokes Covid-19, pihaknya menyasar sejumlah lokasi yakni restoran dan warung angkringan. Ada 3 warung angkringan yang disasar yakni di seputaran Jalan Tukad Batanghari dan Jalan Tukad Barito, Panjer, Denpasar Selatan.

Kapolsek mengatakan pihaknya datang ke warung angkringan yang sedang menggelar live show untuk menghibur pengunjung. Kapolsek langsung mengambil mic dan berbicara dengan pengunjung.

“Kami dari kepolisian tidak melarang kegiatan santai malam mingguan adik-adik sekalian. Tapi saya ingatkan untuk taati prokes dan batasi jam, maksimal sampai pukul 22.00 WITA harus sudah bubar,” tegas Kapolsek.

Diterangkan Kapolsek, pihaknya akan terus menggelar operasi prokes untuk meningkatkan kesadaran masyarakat betapa pentingnya prokes. Pihaknya akan menindak tegas pelanggaran prokes di wilayah Denpasar Selatan.

Ditegaskannya, di 4 Kecamatan di Kota Denpasar, wilayah Denpasar Selatan yang paling tinggi angka kasus Covid-19.

“Untuk itu kami akan terus menggelar operasi yustisi secara tegas dan humanis,” bebernya.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan