Gubernur Koster dalam satu hajatan bersama Presiden Jokowi di Bali
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com — Beragamnya masalah yang mencoreng citra pariwisata salah satunya Bali dijual murah dan “mafia Tiongkok” Gubernur Bali, I Wayan Koster bertindak cepat dengan mengeluarkan surat penertiban usaha pariwisata di Bali.

Surat dengan nomor 556/4227/IV/Dispar itu ditujukan kepada Walikota/Bupati se-Bali untuk segera ditindaklanjuti.

Surat tersebut dikeluarkan untuk menindaklanjuti surat Ketua DPRD Bali dengan Nomor 556/2843/DPRD Bali tertanggal 31 Oktober 2018.

Nah, isi tiga butir surat penertiban usaha pariwisata dikeluarkan Gubernur Koster antara lain

1. Penyelenggaraan pariwisata di Bali harus dijaga kualitas dan keberlanjutannya dengan sebaik-baiknya.

2. Segera melakukan upaya-upaya penertiban secara tegas terhadap usaha akomodasi, usaha perjalanan wisata, dan usaha perdagangan yang melakukan praktek usaha tidak sehat dan melanggar perundang-undangan.

3. Terhadap jenis usaha-usaha tersebut pada poin 2 (dua) diatas yang telah terbukti melakukan pelanggaran perindang-undangan agar dilakukan tindakan penutupan usaha sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelumnya, melalui rapat kerja DPRD Provinsi Bali bersama Wakil Gubernur Bali, Cokorda Oka Artha Ardana Sukawati serta sejumlah komponen pariwisata, kepolisian dan juga dinas terkait sempat membahas permasalahan pariwisata Bali khususnya praktek bisnis yang melanggar aturan dan tidak sehat.

Rapat itu sendiri dilaksanakan pada Rabu (31/10) di ruang rapat gabungan DPRD Provinsi Bali.  (art/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...